@thesis{thesis, author={Purnamasari Rika}, title ={PENGARUH PENGGUNAAN STRATEGI RESTRUKTURISASI KOGNITIF DALAM KONSELING KELOMPOK TERHADAP PENURUNAN KECEMASAN BERPENDAPAT SISWA KELAS VIII SMPN 2 KRIAN}, year={2019}, url={https://repository.unipasby.ac.id/id/eprint/402/}, abstract={Purnamasari, Rika. 2019. Pengaruh Penggunaan Strategi Restrukturisasi Kognitif dalam Konseling Kelompok Terhadap Penurunan Kecemasan Berpendapat Siswa Kelas VIII SMPN 2 Krian. Skripsi. Program Studi Pendidikan Bimbingan dan Konseling. Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. Pembimbing: Boy Soedarmadji, S.Pd., M.Pd. Kata kunci: Strategi Restrukturisasi Kognitif, Konseling Kelompok, Kecemasan Berpendapat. Penelitian ini bertujuan untuk menurunkan kecemasan berpendapat siswa dan tujuan penelitian ini adalah ?pengaruh penggunaan strategi restrukturisasi kognitif dalam konseling kelompok terhadap penurunan kecemasan berpendapat siswa kelas VIII SMPN 2 Krian?. Peneliti mengunakan rancangan pre-eksperimental berupa one group pre test post test. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII. Sampel dilakukan dengan purposive sampling untuk mengambil 5 subjek penelitian dari kelas VIII-F yang berjumlah 36 siswa. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah strategi restrukturisasi kognitif dalam konseling kelompok. Instrumen yang digunakan juga telah diuji menggunakan SPSS for Windows versi 23.0 dengan tingkat ke valid an sebesar 0,244 dapat dinyatakan valid. Uji hipotesis yang telah diujikan melalui uji wilcoxon menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara strategi restrukturisasi kognitif dalam konseling kelompok terhadap penurunan kecemasan berpendapat siswa. Sedikitnya skor yang diperoleh setelah diberikan treatment daripada sebelum diberikan treatment. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh Asymp. Sig =0,042 sedangkan perbandingan Asymp. Sig 0,042,< =0,05 maka Ha diterima dan Ho ditolak. Artinya dalam penelitian ini terdapat pengaruh yang signifikan antara kecemasan berpendapat siswa sebelum dan sesudah dilakukan strategi restrukturisasi kognitif dalam konseling kelompok.} }