@thesis{thesis, author={SUSANTI ERLINA}, title ={THE IMAGE OF WOMEN IN INDONESIAN FOLKLORE MOVIES UNDERGRADUATE THESIS}, year={2023}, url={https://repository.unipasby.ac.id/id/eprint/5554/}, abstract={Susanti, Erlina. 2023. The Image of Women in Indonesian Folklore Movies. English Education Department. Faculty of Social Sciences and Humanities.University of PGRI Adi Buana Surabaya.Advisor Rahmad Hidayat, S.S., M.A. Keywords:folklore, Indonesian folklore, Indonesian women, gender stereotype Folklore is a story that inherited orally from generation to generation. Folklore is often presented animatedly to stimulate children's interest in history. Therefore, this study aims to describe the image of Indonesian women in animated regional folklore movies. This study uses qualitative research with a content analysis approach where researchers analyze the image of women in folklore through scripts and pictures in movies. The research data comes from 4 animated folklore movies (Ande-Ande Lumut, Timun Mas, Banyuwangi, Danau Toba, and Samosir) published on YouTube by EF Kids & Teens Indonesia. The data collection technique used is movie scripts and picture documentation techniques. The data in this study were analyzed by the steps of (1) Formulating research questions at the beginning of the study, (2) Selecting the sources to be analyzed, (3) Determining the categories to be applied during the analysis. In this study, the categories are classified into three: Physical image, psychological image, social image.(4) Describe the coding process, such as describing the results of data classification, (5) Analyze and report the results of the analysis. The results of the study show that the physical image in 4 folklore is described as beautiful, dressed in traditional modesty, and luxuriously dressed for noble women. The psychological image is described as intelligent, obedient,patient, diligent, brave, kind, and responsive. The social image in the 4 movies is described as positive and negative.This research shows that teachers can use local folklore animated movies to teach children about gender stereotypes and social norms. ABSTRAK Susanti, Erlina. 2023. Citra Perempuan dalam Film Cerita Rakyat Indonesia. Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora. Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. Pembimbing Rahmad Hidayat, S.S., M.A. Kata kunci: cerita rakyat, cerita rakyat indonesia, perempuan indonesia, stereotipe gender Cerita rakyat adalah cerita yang diwariskan secara lisan dari generasi ke generasi. Cerita rakyat seringkali disajikan dalam bentuk animasi untuk merangsang minat anak-anak terhadap sejarah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan citra perempuan Indonesia dalam film animasi cerita rakyat daerah. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis isi dimana peneliti menganalisis citra perempuan dalam cerita rakyat melalui naskah dan gambar dalam film. Data penelitian berasal dari 4 film animasi cerita rakyat (Ande-Ande Lumut, Timun Mas, Banyuwangi, Danau Toba dan Samosir) yang dipublikasikan di YouTube oleh EF Kids & Teens Indonesia.Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan menggunakan naskah film dan teknik dokumentasi gambar. Data dalam penelitian ini dianalisis dengan langkah-langkah (1)Merumuskan pertanyaan penelitian di awal penelitian, (2)Memilih sumber yang akan dianalisis,(3)Menentukan kategori yang akan diterapkan selama analisis. Dalam penelitian ini, kategori diklasifikasikan menjadi tiga: Citra fisik, citra psikologis, citra sosial., (4) Menguraikan proses pengkodean, seperti menguraikan hasil klasifikasi data, (5) Menganalisis dan melaporkan hasil analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa citra fisik dalam 4 cerita rakyat digambarkan cantik, berpakaian sopan tradisional, berpakaian mewah untuk wanita ningrat. Citra psikis digambarkan cerdas, patuh, sabar, rajin, berani, baik hati, tanggap. Citra sosial dalam 4 movie digambarkan positif dan negativ. Penelitian ini menunjukkan bahwa guru dapat menggunakan film animasi cerita rakyat lokal untuk mengajar anak-anak tentang stereotip gender dan norma social} }