@thesis{thesis, author={DAMAYANTI ALFIA}, title ={TUTURAN INTEROGATIF PENGACARA DI PENGADILAN NEGERI SURABAYA}, year={2023}, url={https://repository.unipasby.ac.id/id/eprint/5926/}, abstract={Kata kunci : pragmatik, tindak tutur, tuturan interogatif Pragmatik adalah sebuah cabang ilmu bahasa yang mempelajari tentang keserasian pemakaian bahasa dalam hal berkomunikasi. Tindak tutur adalah sebuah tuturan yang di dalamnya terdapat suatu tindakan, tindak tutur sendiri merupakan bagian dari pragmatik. Tuturan interogatif adalah suatu tuturan yang mengandung kalimat interogatif atau kalimat pertanyaan. Penelitian ini bertujuan untuk Mendeskripsikan penggunaan tuturan interogatif pengacara di Pengadilan Negeri Surabaya. Dalam penelitian ini analisis data menggunakan teori tindak tutur interogatif oleh George Yule. Fokus utama pada penelitian ini adalah jenis-jenis tuturan interogatif yang dituturkan oleh pengacara di Pengadilan Negeri Surabaya. Data yang digunakan untuk keperluan ppenelitian ini dikumpulkan dari dokumen lisan berupa rekaman tuturan pengacara di Pengadilan Negeri Surabaya berupa kata, frasa, klausa, dan kalimat. Sumber data yang diperoleh dari persidangan dengan nomor kasus 1772/Pid.Sus/2022/PN Sby dan 1833/Pid.B/2022/PN Sby. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi ke lapangan, merekam semua tuturan dalam persidangan, menyimak setiap tuturanyang dituturkan di persidangan, mencatat setiap tuturan yang dituturkan oleh pengacara. Metode analisis penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu mentranskripsi data hasil rekaman, mengidentifikasi dan mengklasifikasi data, menyalin ke dalam korpus data, menganalisis korpus data, menyimpulkan. penganalisisan data pada penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan peneliti menemukan tiga bentuk tuturan interogatif meliputi tuturan interogatif desakan, tuturan interogatif permintaan validasi, tuturan interogatif permintaan izin. Dua makna pada tuturan interogatif desakan yaitu pendesakan dan pengakuan, dua makna pada tuturan interogatif permintaan validasi yaitu persetujuan dan penjelas, dua makna tuturan interogatif permintaan izin yaitu permohonan dan penekanan. Simpulan pada penelitian ini tuturan interogatif dapat digunakan sebagai bahan referensi kajian Linguistik Forensik terkait kajian pragmatik terlebih khusus pada tuturan di dalam persidangan. ABSTRACT Damayanti, Alfia. 2023. Interrogative Speech of Lawyers at the Surabaya District Court. Indonesian Language Education Study Program. Faculty of Social Sciences and Humanities. PGRI Adi Buana University Surabaya. Supervisor: Dr. Mimas Ardhianti, M.Pd. Keywords: pragmatics, speech acts, interrogative utterances Pragmatics is a branch of linguistics that studies the harmony of language use in terms of communication. Speech act is a speech in which there is an action, the speech act itself is part of pragmatics. Interrogative speech is an utterance that contains interrogative sentences or question sentences. This study aims to describe the use of lawyers' interrogative speech at the Surabaya District Court. In this study, data analysis uses the theory of interrogative speech acts by George Yule. The main focus of this research is the types of interrogative utterances uttered by lawyers at the Surabaya District Court. The data used for this research was collected from oral documents in the form of recordings of speeches of lawyers at the Surabaya District Court in the form of words, phrases, clauses and sentences. Sources of data obtained from trials with case numbers 1772/Pid.Sus/2022/PN Sby and 1833/Pid.B/2022/PN Sby. Data collection was carried out by observing in the field, recording all utterances in court, listening to every utterance uttered in court, noting every utterance uttered by lawyers. The research analysis method used in this study was transcribing the recorded data, identifying and classifying the data, transcribing into the data corpus, analyzing the data corpus, concluding. analyzing the data in this study using descriptive analysis techniques. The results of this study indicate that the researcher found three forms of interrogative speech including exhortation interrogative speech, interrogative speech asking for validation, interrogative speech asking for permission. Two meanings in the interrogative utterances of exhortation, namely insistence and acknowledgment, two meanings in the interrogative utterances of requests for validation, namely approval and clarification, the two meanings of interrogative utterances of requests for permission, namely requests and emphasis. The conclusion of this study is that interrogative utterances can be used as a reference material for Forensic Linguistic studies related to pragmatic studies, especially in speech in court.} }