@thesis{thesis, author={RaafitaRazzaaq .}, title ={PENERAPAN MODELPEMBELAJARAN KOLABORASI PERMAINAN ULAR TANGGA DAN MONOPOLI PADA MATA PELAJARAN SOSIOLOGI(Studi: Kelas X IIS 1dan XI IIS 2 di SMA Negeri 76 Tipar Cakung Jakarta Timur)}, year={2016}, url={http://repository.unj.ac.id/11194/}, abstract={Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data mengenai kegiatan dari proses pembelajaran efektifmelalui penerapan model pembelajaran kolaborasi permainan ular tanggadan monopoli pada mata pelajaran sosiologi padakelas X IIS 1 danXI IIS2di SMA Negeri 76Jakarta. Selain itu, ingin mengetahuiperanan pendidikdalam mengkonstruksikan pembelajaran efektif melalui modeltersebut.Ketidakefektifan suatupembelajaran, dapat berpengaruh terhadap hasil belajar peserta didik. Maka dari itu ketepatan dalam pemilihan modelpembelajaranharus diperhatikan oleh setiap pendidik, guna mewujudkan proses dan hasil yang baik dalam proses pembelajaran. Tentunya penentuan modelpembelajaran harus sesuai dengan situasi, kondisi dan materi yang akan dipelajari.Penerapan model pembelajaran yang tepatdapat menghasilkan pembelajaran yang efektif. Disini peranan pendidik sebagai inovator, fasilitator dan motivator dinilai penting dalam mengkonstruksikan suatu pembelajaran yang efektif.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 76 Tipar Cakung Jakarta Timurdengan subjek dalam penelitian adalah sembilanorang yang terdiri dariguru mata pelajaran sosiologi, wali kelas XII IIS 1, tiga orang siswa kelas X IIS 1, tiga orang siswa kelas XI IIS 2 dan wakil kepala sekolah bidang kurikulum.PenelitiandilakukandaribulanMaretsampaiMei2016. Hasil penelitian yang didapatkan adalahbahwapenerapanmodelpembelajarankolaborasipermainanulartanggadanmonopolidapatmenghasilkanpembelajaranyangefektifjikaditerapkanpadamatapelajaransosiologipadakelasXIIS1danXIIIS2diSMANegeri76Jakarta.Pembelajaranefektifdapatdilihat dari aspek kognitifnya, bahwa kelas X IIS 1 mendapatkan nilai rata-rata 8,0. Sedangkan kelas XI IIS 2 nilai rata-ratanya 7,5 atau di atas KKM. Aspek afektifnyadapat dilihat dari hasil pengamatan peneliti di lapangan. Pada saat proses pembelajaran berlangsung peserta didik memilikisikap yang positif dalam belajar. Seperti munculnya rasa semangat, antusias, saling mengahargai, tanggung jawab dan rasa senang dalam belajar menggunakan modelpembelajaran tersebut.Berdasarkan pengamatan peneliti, mengenai keterampilan peserta didik dalam menjawab pertanyaan (aspek psikomotorik) dapat dikatakan mereka memiliki keterampilan tersebut. Selainitupendidikterbuktidapatmenjalankanperanannyasebagaiinovator,fasilitatordanmotivator.} }