@thesis{thesis, author={FALAH ANIS MIFTAKHUL}, title ={STUDI ETNOBOTANI BETANGAS (MANDI UAP) DI PASAR TRADISIONAL KOTA JAMBI}, year={2023}, url={http://repository.unja.ac.id/56765/}, abstract={Etnobotani merupakan ilmu botani yang mempelajari tentang pemanfaatan tumbuh-tumbuhan dalam keperluan kehidupan sehari-hari. Betangas merupakan suatu adat tradisional yang dilakukan secara turun-temurun yang dapat membersihkan diri baik lahir dan batin dengan menggunakan air dicampur rempah. Pendekatan etnobotani di Pasar Tradisional Kota Jambi dapat dijadikan sebagai sumber berbagai informasi untuk mengetahui manfaat dari tumbuhan yang digunakan dalam tradisi mandi betangas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tumbuhan tradisi mandi betangas, mengetahui cara melakukan tradisi betangas serta mengetahui nilai ICS (index cultural significant) dan PPV (plant part value) pada tumbuhan yang digunakan dalam mandi betangas di Pasar Tradisional Kota Jambi. Dengan menggunakan metode penelitian wawancara snowball sampling, purposive sampling, observasi partisipatif serta dokumentasi tumbuhan dan responden. Berdasarkan hasil penelitian ada 21 jenis tumbuhan yang dimanfaatkan dalam tradisi mandi Betangas di Pasar Tradisional Kota Jambi. Mandi betangas selain dilakukan dalam posesi penikahan mandi betangas juga memiliki manfaat seperti membuat badan jadi segar, melancarkan peredaran darah. Prosesi mandi betangas meliputi tahap persiapan tumbuhan betangas,perbusan tumbuhan betangas hingga mendidih, pelaksanaan betangas dengan menutup tubuh menggunakan selimut atau tikar, pelaku duduk di kursi kecil berhadapan dengan panci yang berisikan tumbuhan/ rempah yang telah direbus, setelah itu pelaku tidak diperbolehkan langsung mandi hingga keringat kering.Jenis tumbuhan yang memiliki nilai (ICS) kategori sangat tinggi (ICS 564-101) terdapat 12 jenis tumbuhan. Nilai PPV tertinggi yaitu bagian bunga sebesar (33,33%). Tumbuhan yang digunakan dalam tradisi mandi betangas banyak dibudidayakan dengan nilai sebesar (95,23%), dengan habitus terbanyak yaitu perdu (42,85%) dan herba (38,09%), famili terbanyak yang digunakan dalam tradisi mandi betangas yaitu RutaceaeĀ (19,04%).} }