@thesis{thesis, author={Widiatama Avina Faza}, title ={HUBUNGAN FAKTOR RISIKO DENGAN KEJADIAN RESPIRATORY DISTRESS SYNDROME PADA NEONATUS DI RSUD RADEN MATTAHER JAMBI TAHUN 2022}, year={2023}, url={http://repository.unja.ac.id/60180/}, abstract={Latar Belakang : Respiratory Distress Syndrome (RDS) merupakan penyebab paling umum morbiditas dan mortalitas pada neonatus. Terdapat faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kejadian RDS pada neonatus, diantaranya adalah neonatus berjenis kelamin laki-laki, berat badan lahir rendah, usia kehamilan preterm, dan faktor maternal seperti hipertensi, diabetes, KPD, dan cara persalinan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan faktor risiko dengan kejadian RDS pada neonatus di RSUD Raden Mattaher. Metode : Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional dengan pendekatan retrospektif. Semua pasien yang dirawat di NICU pada tahun 2022 diambil sebagai responden. Jika pasien berusia lebih dari 28 hari, maka dieksklusikan. Hasil : Responden dalam penelitian berjumlah 76 orang. Terdapat hubungan faktor risiko yang bermakna antara cara persalinan (p= 0,036) dan berat badan lahir (p=0,037) dengan kejadian RDS pada neonatus. Terdapat hubungan faktor protektif yang bermakna antara ibu hipertensi (p=0,041) dan ketuban pecah dini (p=0,003) dengan kejadian RDS pada neonatus. Tidak ada hubungan faktor risiko yang bermakna antara usia kehamilan (p=0,976) dan ibu diabetes (p=1,000) dengan kejadian RDS pada neonatus. Kesimpulan: Neonatus yang lahir secara seksio sesarea dan neonatus dengan BBLR lebih berisiko mengalami RDS sebanyak 2,6 kali dan 1,8 kali. Kata Kunci: faktor risiko, respiratory distress syndrome (RDS), neonatus} }