@thesis{thesis, author={BARUS TOMI IQNASIUS}, title ={PENGARUH PENGGUNAAN DAUN BINAHONG (Anredera cordifolia (Ten) steenis) SEBAGAI PENGGANTI HIJAUAN DALAM RANSUM TERNAK KAMBING PE TERHADAP KECERNAAN NDF, ADF DAN HEMISELULOSA SECARA IN VIVO}, year={2024}, url={http://repository.unja.ac.id/62710/}, abstract={Binahong (Anredera cordifolia (Ten) steenis) mengandung senyawa aktif yaitu flavonoid, alkaloid, terpenoid dan saponin yang memiliki aktivitas anti?protozoa dengan menekan jumlah protozoa dalam rumen, sehingga diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pakan dan menjadi pakan alternative bagi ternak kambing. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh daun binahong (Anredara Cordifolia (Ten) steenis) sebagai pengganti hijauan dalam ransum ternak kambing PE terhadap kecernaan NDF, ADF dan hemiselulosa. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai Mei 2022 di Peternakan rakyat Kecamatan Kumpeh Ulu dan Laboratorium Fakultas Peternakan Universitas Jambi. Materi yang digunakan adalah kambing PE jantan sebanyak 12 ekor dengan BB rata-rata 18-38kg, daun Binahong dan hijauan berupa rumput bulu (Brachiaria mutica), timbangan analitik, sekop, ember dan timbangan kambing. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 3 yaitu A = 60% Rumput Bulu + 40% Konsentrat ; B = 55% Rumput Bulu + 5% Daun Binahong + 40% Konsentrat ; C= 50% Rumput Bulu + 10% Daun binahong + 40% Konsentrat ; D= 45% Rumput Bulu + 15% Daun Binahong + 40% Konsentrat. Peubah yang diamati adalah kecernaan NDF, ADF dan hemiselulosa, selanjutnya data dianalisis menggunakan sidik ragam (ANOVA) dan bila berpengaruh nyata, maka dilakukan uji lanjut dengan uji Duncan. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa penggunaan daun binahong (Anredara Cordifolia (Ten) steenis) sebagai pengganti hijauan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap kecernaan NDF, kecernaan ADF dan kecernaan hemiselulosa ternak kambing secara In vivo. Kesimpulan daun binahong (Anredara Cordifolia (Ten) steenis) dapat digunakan sebagai pengganti hijauan sampai taraf 15% dalam ransum ternak kambing} }