@thesis{thesis, author={Moragabe L Todo}, title ={Hubungan Indeks Massa Tubuh Dengan Derajat Keparahan Osteoarthritis Lutut Pasien Lansia Di RSUD Kota Jambi}, year={2024}, url={http://repository.unja.ac.id/63846/}, abstract={Latar Belakang : Osteoarthritis lutut adalah penyakit di mana semua struktur sendi lutut telah mengalami perubahan patologis, yakni kehilangan hialin tulang rawan artikular, diikuti dengan peningkatan ketebalan dan sklerosis lempeng tulang subkondral, pertumbuhan osteofit pada batas sendi, peregangan kapsul artikular, dan sinovitis ringan. Untuk menilai keparahannya, digunakan Kellgren-Lawrence Scoring yang dibagi menjadi 4 derajat keparahan. Salah satu faktor risiko osteoarthritis lutut adalah indeks massa tubuh. Kategori overweight dan obesitas memiliki risiko yang tinggi. Hal ini berdampak buruk pada kesehatan dan dapat menurunkan kualitas hidup. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan indeks massa tubuh dengan derajat keparahan osteoarthritis lutut pada pasien lansia di RSUD Kota Jambi. Metode : Metode penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Sebanyak 115 data rekam medis pasien terlibat dalam penelitian ini. Data didapatkan melalui penghitungan berat badan, tinggi badan, dan pengambilan gambaran radiologi. Uji statistik menggunakan uji Pearson-Correlation. Hasil : Dari 115 sampel didapatkan sebanyak 35 orang yang memiliki berat badan kurang dan normal (30,4%) dan 80 orang lainnya overweight dan obesitas (69,6%). Sebanyak 39 orang memiliki Low-Grade OA (33,9%) dan 76 orang memiliki High-Grade OA (66,1%). Hasil uji statistik didapatkan p-value = 0,000 (p-value < 0,05). Kesimpulan : Ada hubungan antara indeks massa tubuh dengan derajat keparahan osteoarthritis lutut dimana semakin tinggi indeks massa tubuh maka risiko memiliki derajat keparahan yang tingggi juga besar. Kata Kunci : Osteoarthritis lutut, indeks massa tubuh, derajat keparahan} }