@thesis{thesis, author={Karima Riris}, title ={Respon Petani Kentang (Solanum tumberosum L.) terhadap Lembaga Kemitraan di Desa Jampit Kecamatan Ijen Kabupaten Bondowoso}, year={2022}, url={http://repository.unmuhjember.ac.id/13978/}, abstract={Respon petani terhadap keberadaan kemitraan di suatu wilayah tertentu diperlukan untuk melihat apakah program kemitraan tersebut bermanfaat sehingga membuat petani tertarik untuk mengikutinya. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui bentuk pola kemitraan yang dijalankan antara petani kentang dengan perusahaan mitra, (2) mengetahui respon petani kentang terhadap lembaga kemitraan dan (3) mengetahui faktor penghambat dan pendorong bagi petani untuk menjalin kemitraan. Penelitian menggunakan metode deskriptif. Pengambilan sampel dilakukan secara simple random sampling sebanyak 62 responden petani kentang di Desa Jampit. Analisis data menggunakan metode deskriptif dan skala likert. Hasil menunjukkan bahwa: (1) pola kemitraan usahatani kentang di Desa Jampit Kecamatan Ijen Kabupaten Bondowoso antara petani dengan PT. Indofood yakni pola inti plasma (2) Respon petani kentang terhadap lembaga kemitraan pada petani mitra dapat dikategori tertarik dibuktikan dengan rata-rata (3,89), sedangkan petani non mitra memiliki respon rendah dengan rata-rata (2,58) berada pada kategori cukup tertarik (3) Faktor pendorong bagi petani mitra yaitu: a) adanya kemitraan dan b) kesesuaian topografi, faktor penghambatnya adalah: a) cuaca yang tidak stabil, b) kelangkaan pupuk bersubsidi dan c) ancaman bencana seperti banjir, kebakaran, d) ketidak sesuaian produksi dengan mitra. Sedangkan faktor pendorong petani non mitra adalah: a) harga jual produk naik turun dan b) penggunaan alat yang masih manual, kemudian faktor penghambat petani non mitra yaitu: a) naiknya sewa lahan mitra dan b) adanya syarat kemitraan yang tidak dapat di penuhi. Kata kunci : kentang, pola kemitraan, respon petani} }