@thesis{thesis, author={Fabiansyah Alhimni}, title ={Hubungan Kebersyukuran dan Kesejahteraan Subjektif Pada Wanita Pasca Bercerai}, year={2022}, url={http://repository.unmuhjember.ac.id/15050/}, abstract={Perceraian dapat memberikan dampak dalam berbagai aspek, secara fisik, pikiran, emosional, maupun perilaku. Munculnya kondisi, situasi, dan perasaan-perasaan negatif pada wanita yang bercerai akan memengaruhi kesejahteraan subjektifnya. Kesejahteraan subjektif adalah persepsi seseorang terhadap pengalaman hidupnya, yang terdiri dari evaluasi kognitif dan afektif. Salah satu faktor yang menentukan kesejahteraan subjektif adalah kebersyukuran. Kesejahteraan subjektif yang tinggi pada wanita pasca bercerai dibutuhkan agar mampu beradaptasi terhadap perubahan-perubahan setelah bercerai. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara kebersyukuran dan kesejahteraan subjektif pada wanita pasca bercerai. Peneliti menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan melibatkan 202 responden wanita yang telah bercerai dan berstatus janda. Pengumpulan data menggunakan skala kebersyukuran Yuwanto (2014) dan skala kesejahteraan subjektif Miranda (2017). Uji hipotesis menggunakan uji korelasi non parametrik spearman rank dengan bantuan SPSS v 26 for Windows. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang cukup kuat antara kebersyukuran dan kesejahteraan subjektif pada wanita pasca bercerai (r = 0,519; P< 0,05). Hal ini berarti, semakin tinggi tingkat kebersyukuran maka akan semakin tinggi pula tingkat kesejahteraan subjektif wanita pasca bercerai. Peneliti selanjutnya diharapkan dapat memperhatikan faktor demografi yang berkontribusi dalam kesejahteraan subjektif individu. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan oleh instansi terkait dalam menyusun program pendampingan pada wanita pasca bercerai.} }