@thesis{thesis, author={Fatmawati Ainun Dwi}, title ={Oposisi Tuturan dalam Transaksi Jual Beli di Pasar Rambipuji}, year={2022}, url={http://repository.unmuhjember.ac.id/15502/}, abstract={Percakapan yang mengandung tindak tutur dapat terjadi pada transaksi jual-beli. Suatu transaksi jual-beli yang dilakukan oleh pedagang dan pembeli kemungkinan akan banyak terjadi tindak tutur baik itu langsung maupun tidak langsung, terutama ketika pedagang dan pembeli melakukan tawar-menawar untuk mencapai suatu kesepakantan harga. Permasalahan yang muncul dari latar belakang adalah bagaimanakah bentuk oposisi tuturan dalam transaksi jual beli di pasar Rambipuji. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk oposisi tuturan yaitu penolakan menggunakan negasi, penolakan menggunakan persuasi, penolakan menggunakan eksplanasi, dan penolakan menggunakan gerak isyarat. Adapun metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah tuturan antara penjual dan pembeli yang sedang melakukan transaksi jual beli di Pasar Rambipuji. Sumber data dalam penelitian ini adalah penjual dan pembeli yang melakukan tindak tutur transaksi di Pasar Rambipuji. Lokasi penelitian di Pasar Rambipuji, Desa Rambipuji, Kecamatan Rambipuji. Waktu penelitian dimulai pada bulan Juni 2022. Teknik pengumpulan data melalui tiga tahapan yaitu: (1) teknik simak bebas libat cakap, (2) teknik rekam, (3) teknik catat. Instrument dalam penelitian adalah peneliti selaku pengumpul data atau sering disebut human instrument. Pengujian keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan cara meningkatkan kecermatan dalam penelitian. Hasil analisis data menunjukkan adanya bentuk tuturan (1) penolakan menggunakan negasi, (2) penolakan menggunakan persuasi, (3) penolakan menggunakan eksplanasi, (4) penolakan menggunakan gerak isyarat. Keempat bentuk oposisi tuturan memiliki karakteristik penutur yang memberikan bentuk penolakan kepada mitra tuturnya. Berdasarkan hasil tersebut, simpulan dari peneliti yaitu oposisi tuturan digunakan untuk menolak permintaan pembeli yang menawar harga sebuah barang} }