@thesis{thesis, author={Feronika Yuyus Febsyna}, title ={Hubungan Peran Kader Tuberkulosis dalam Investigasi Kontak dengan Penemuan Kasus Tuberkulosis Baru di Wilayah Kerja Puskesmas Sukorambi Kabupaten Jember}, year={2021}, url={http://repository.unmuhjember.ac.id/8437/}, abstract={Penemuan Kasus Tuberkulosis (TB) merupakan langkah pertama dalam kegiatan penanggulangan tuberculosis. Case Detection Rate (CDR) tuberculosis di Puskesmas Sukorambi tercapai 62%. Hal ini mengakibatkan masih banyak kasus tuberkulosis yang tidak terdeteksi dan dapat menjadi sumber penularan. Kegiatan untuk mendukung keberhasilan penemuan kasus tuberkulosis adalah Investigasi Kontak (IK) yang dilakukan kader tuberkulosis melalui pelacakan dan investigasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan peran kader tuberkulosis dalam investigasi kontak dengan penemuan kasus tuberkulosis baru di Puskesmas Sukorambi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian adalah kader tuberkulosis di Puskesmas Sukorambi sejumlah 30 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Validitas dan reliabilitas data diuji dengan uji Pearson Product Moment dan Cronbach?s Alpha. Analisis data menggunakan uji Fisher?s Exact Test dengan taraf signifikansi 95% (? = 0,05). Hasil penelitian mengenai peran kader tuberkulosis tergolong baik 66,7% sedangkan pada penemuan kasus tuberkulosis dari hasil investigasi kontak dengan hasil positif 26,7%. Hasil analisis Fisher?s Exact Test menunjukkan bahwa nilai p-value (0,029) < 0,05 yang berarti ada hubungan antara peran kader tuberkulosis dalam investigasi kontak dengan penemuan kasus tuberkulosis baru di Puskesmas Sukorambi. Pelaksanaan peran kader yang optimal dalam investigasi kontak akan mampu meningkatkan penemuan kasus tuberkulosis secara dini di masyarakat. Rekomendasi penelitian yaitu kader tuberkulosis diharapkan dapat meningkatkan perannya dengan meng-upgrade pengetahuan dan kemampuan dalam melaksanakan investigasi kontak sehingga dapat mengoptimalkan pelaksanaan skrining dalam penjaringan kasus tuberkulosis.} }