@thesis{thesis, author={AGTIYA TANGGUH PRATAMA and MUARIFIN H. MOCH. and SEMPU DWI SASONGKO}, title ={INTERFERENSI LEKSIKAL BAHASA JAWA DALAM BAHASA INDONESIA PADA CERAMAH GUS MIFTAH DI YOUTUBE CHANNEL}, year={2022}, url={http://repository.unpkediri.ac.id/4419/}, abstract={Agtiya Tangguh Pratama: Interferensi Leksikal Bahasa Jawa dalam Bahasa Indonesia pada Ceramah Gus Miftah di Youtube Channel. Skripsi. Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.Universitas Nusantara PGRI Kediri. Januari 2022. Pemiakai bahasa pada umumnya merupakan dwibahasawa. Penguasaan kedua bahasa kebanyakan tidak seimbang. Bahasa daerah sebagai bahasa pertamanya cenderung lebih dominan daripada bahasa keduanya, yakni bahasa Indonesia. Akibatnya, ketika bertuturan bahasa Indonesia terjadi interferensi bahasa daerah seperti bahasa Jawa. Begitu pula apabila penguasaan kedua bahasa itu tidak seimbang menyebabkan terjadinya interfrensi . Artinya, seseorang yang menguasai bahasa daerah lebih dominan atau pemakaian bahasa daerah lebih banyak daripada bahasa Indonesianya menyebabkan terjadinya interferensi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk interferensi leksikal bahasa Jawa dalam bahasa Indonesia pada ceramah Gus Miftah di youtube channel. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiolinguitik, sedangkan metode penelitian ini berupa deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini berupa video ceramah yang diperoleh. Instrumen utama pengumpul data adalah diri peneliti, sedang intrumen lain berupa gaway, bollpoin, dan kartu data. Teknik pengumpulan data mengggunakan teknik simak libat cakap, teknik rekam, dan teknik catat. Teknik analisis menggunakan teknik padan kata. Prosedur analisis: mengorganisasikan data, memilah data menjadi satuan yang dapat dikelola, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa interferensi leksikal bahasa Jawa berupa penggunaan kata asal, kata berimbuhan kata majemuk, dan kata ulang. Interferensi berupa kata asal meruapakan interferensi terbanyak. Selain itu, berdasarkan jenis katanya terdiri dari kata keadaan, kata kerja, kata benda, dan kata tugas. Interferensi berupa kata berimbuhan terdiri dari imbuhan prefiks, sufiks, dan konfiks. Interferensi kata majemuk dan kata ulang sedikit jumlahnya.Berdasarkan analisis data interferensi leksikal bahasa Jawa dalam bahasa Indonesia pada Ceramah Gus Miftah di Youtube Channel} }