@thesis{thesis, author={Mutolib Abdul and SARDJONO SARDJONO and SUJARWOKO SUJARWOKO}, title ={KESALAHAN BERBAHASA TATARAN MORFOLOGI DALAM BERITA KRIMINAL MEDIA ONLINE DEMONSTRAN.ID}, year={2022}, url={http://repository.unpkediri.ac.id/5009/}, abstract={Penelitian ini dilatarbelakangi media online yang juga disebut media daring dikenal masyarakat karena kecepatannya dalam menerbitkan berita dan hal yang baru yang disajikan kepada masyarakat. Karena kecepatan inilah membuat media online berlomba-lomba dalam menerbitkan berita paling cepat. Namun karena hal tersebut tak jarang membuat media massa membuat kesalahan, kesalahan tersebut terjadi karena proses pengetikan, kurangnya ketelitian dalam proses penyuntingan yang tak lepas dari peran seorang wartawan dan editor. Kesalahan seringkali terjadi dalam segi pembentukan kata atau morfologi yang tidak sesuai dengan aturan penulisan yang telah ditetapkan yang berakibat pada penyimpangan dalam bahasa yang digunakan tersebut. Permasalahan yang terdapat dalam penelitian ini mengenai bentuk kesalahan berbahasa proses morfologi dan morfofonemik berita kriminal media online demonstran.id. Penelitian ini menggunakan pendekatan struktural dengan jenis penelitian kualitatif. Penelitian dilaksanakan dengan berbagai tahapan, tahapan pertama pra lapangan, tahapan kedua kerja lapangan, dan tahapan ketiga penulisan laporan. Instrumen penelitian dalam penelitian ini ada peneliti sendiri dengan menggunakan kartu data. Dalam mengumpulkan data peneliti menggunakan metode simak catat dengan keknik analisis data deskriptif. Hasil analisis penelitian menunjukkan berita kriminal media online demonstran.id terdapat tiga kesalahan berbahasa yang terjadi, yang pertama proses morfologi, dalam penulisan afiks berupa penghilangan prefiks meng- sebanyak 20 data (lakukan, minta, minta, ucapkan, ambil, gelar, amankan, ungkap, amankan, antarkan, peroleh, kirim, serahkan, kumpulkan, terima, usut, dukung, dukung jalani, bunuh). Kedua proses morfologidalam penulisan afiks berupa penghilangan prefiks ber- sebanyak 4 data (koordinasi, harap, sepakat, teriak). Ketiga dalam morfofonemik dalam jenis perubahan berupa peluluhan fonem mendapatkan 15 data (mengkuras, mengkelabui, mengkonsumsi, mengkuasai, memparkir, mempukul, mempaksa, mempastikan, mensikat, mensergap, mensikapi, mensita, mensebabkan, mentindak, mentindaklanjuti).} }