@thesis{thesis, author={Muhammad Rifqi Habibi}, title ={PERENCANAAN PELABUHAN KAPAL WISATA DI KOTA WAISAI KEPULAUAN RAJA AMPAT}, year={2019}, url={http://repository.unsada.ac.id/1578/}, abstract={Pariwisata merupakan sektor ekonomi yang penting di Indonesia, dengan kekayaan alam dan budaya yang dimilikinya, sehingga dapat menarik jumlah wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara. Raja Ampat merupakan wilayah yang mempunyai beberapa kekayaan alam, termasuk dibagian lautnya, untuk itu jenis wisata bahari sangat mendukung di wilayah ini. Dengan adanya moda transportasi berupa kapal Pinisi dan kapal Yacht, untuk itu perlu adanya pelabuhan untuk menampung kapal tersebut. Terkait dengan hal tersebut maka penelitian ini dilakukan untuk merencanakan pelabuhan wisata dengan beberapa fasilitas yang sangat mendukung didalamnya dengan megacu pada Petunjuk Teknis Rencana Induk Pelabuhan, dan Permenpar Nomor 3 Tahun 2018, pelabuhan wisata ini juga mempunyai beberapa fasilitas penunjang tambahan seperti Seaplane Bases (landasan pesawat amfibi) dengan mengacu pada U.S Departement Of Transportation, Federal Aviation Administration dalam dokumenya Advisory Circular (AC) No. 150/5395-1B, untuk menentukan kelengkapan fasilitas dipelabuhan dan Seaplane Bases digunakanlah metode Benchmarking dengan mengacu pada pelabuhan pesiar, pelabuhan marina yacht, dan seaplane bases yang sudah ada, untuk kepuasan penumpang terhadap pelabuhan. Pelabuhan direncanakan dengan mengikuti perkembangan tahapan berdasarkan data kunjungan wisatawan dan kapal yang berlayar, untuk itu digunakan metode proyeksi untuk mengetahui berapa jumlah kedatangan wisatawan dan jumlah kedatangan kapal 20 tahun setelahnya, berdasarkan data hasil proyeksi maka jumlah penumpang terbanyak pada saat Moderate terjadi pada tahun 2038 dengan jumlah 28283 orang, jumah penumpang tertinggi pada saat optimis terjadi pada tahun 2038 dengan jumlah 28709, dan jumlah penumpang tertinggi pada saat pesimis terjadi pada tahun 2038 dengan jumlah 26351. Maka jumlah Kapal terbanyak pada saat Moderate terjadi pada tahun 2038 dengan jumlah 669 Unit, jumah Kapal tertinggi pada saat optimis terjadi pada tahun 2038 dengan jumlah 702 Unit, dan jumlah penumpang tertinggi pada saat pesimis terjadi pada tahun 2038 dengan jumlah 649 Unit.} }