@thesis{thesis, author={Anisa Damayanti}, title ={Makna dan Penggunaan Tenkan no Setsuzokushi Soredewa (それでは), Dewa (では), dan Sate (さて) Dalam Ragam Tulis Formal (koran).}, year={2020}, url={http://repository.unsada.ac.id/1676/}, abstract={Dalam penelitian ini dibahas mengenai analisis terhadap makna dan penggunaan setsuzokushi soredewa, dewa, dan sate dalam ragam bahasa tulis (surat kabar). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna dan penggunaannya serta kemungkinan ketiganya bersubtitusi. Data yang digunakan merupakan kalimat ragam bahasa tulis dari surat kabar yang didapat dari korpus online BCCWJ (Balanced Corpus of Contemporary Written Japanese) dan Jakarta Shinbun. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analisis. Dari hasil analisis didapatkan kesimpulan bahwa dalam surat kabar, penggunaan soredewa dewa, dan sate jumlahnya sangat minim. Kemudian penggunaan utama dari soredewa adalah sebagai penanda suatu kesimpulan dan tindakan dari hasil suatu kesimpulan. Lalu, dewa digunakan sebagai penanda kesimpulan dan sebagai penanda ekspresi suatu sikap. Kemudian,sate digunakan sebagai penanda perubahan arah pembicaraan yang berbeda, namun untuk topik yang sama. Selanjutnya Soredewa, dewa, dan sate dapat bersubstitusi pada saat penggunaan 1. Sebagai tindakan hasil kesimpulan, 2.Sebagai kesimpulan, 3. Sebagai ekspresi suatu sikap, dan 4. Sebagai lanjutan pembicaraan tanpa merubah topik. Perbedaannya adalah, dalam soredewa dan dewa ada keinginan si pembicara untuk menyampaikan pemikiran atau pendapatnya. Sedangkan pada sate hanya sebagai pengalihan pembicaraan saja.} }