@thesis{thesis, author={Budi Sri Utomo}, title ={IMPLEMENTASI DAN ANALISA QOS JARINGAN MPLS-VPN MENGGUNAKAN ROUTING PROTOCOL BGP TERHADAP TUNNELING IPSEC UNTUK LAYANAN VOIP}, year={2021}, url={http://repository.unsada.ac.id/2199/}, abstract={Komunikasi Voice telah dapat dicapai melalui jaringan berbasis IP, baik itu melalui Internet, Intranet atau Jaringan Area Lokal. Multi Protocol Label Switching (MPLS) adalah konvergensi teknik forwarding yang berorientasi koneksi dan protokol routing Internet. Tugas Akhir ini merancang jaringan MPLS VPN dengan menerapkan teknik tunneling IP Security dan menganalisa kualitas layanan (QoS) pada aplikasi VoIP. Protokol routing yang digunakan dalam perancangan ini adalah Border Gateway Protocol (BGP) dengan konfigurasi router PE dan CE menggunakan Open Shortest Path First (OSPF). Untuk jenis VPN yang digunakan dalam penelitian ini adalah L2TP/IPSec. Jaringan VPN MPLS dibangun dengan satu unit router LSR dan tiga router LER. Router LSR bertanggung jawab untuk melakukan penerusan paket saat router LER bertugas menambah atau menghapus label pada paket yang pergi atau meninggalkan domain MPLS. Tunneling L2TP/ IPSec bertanggung jawab untuk mengamankan saluran komunikasi VoIP. Evaluasi dilakukan dengan mengukur kualitas layanan VoIP dalam 2 skenario, yakni tanpa menggunakan tunneling L2TP/IPSec, dan dengan menggunakan tunneling L2TP/IPSec. Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan tools WireShark diperoleh data dari hasil sepuluh kali percobaan layanan VoIP tanpa implementasi IPSec menunjukkan parameter QoS yaitu: throughput 193,2 Kbps, delay 5,91 ms, jitter 0,83 ms, dan packet loss 0,00 %. Sedangkan dengan implementasi IPSec pada layanan VoIP menghasilkan throughput 297 Kbps, delay 6,92 ms, jitter 4,81 ms dan packet loss 0,24 %. Pengaruh terbesar IPSec pada aplikasi VoIP ini adalah pada parameter jitter, dimana terjadi peningkatan nilai rata-rata sebesar 478% terhadap nilai jitter sebelum penerapan tunneling IPSec. Selain itu, untuk throughput juga mengalami kenaikan sampai rata-rata 53%. Hal ini dikarenakan selain melakukan enkripsi, L2TP/IPSec juga membuat tunnel yang menghubungkan secara langsung antara user dengan server secara virtual.} }