@thesis{thesis, author={Amelia Azwar}, title ={STANDAR DESAIN PELABUHAN WISATA DANAU TOBA UNTUK MEMENUHI PELAYANAN MINIMUM PARA WISATAWAN}, year={2020}, url={http://repository.unsada.ac.id/2211/}, abstract={Tempat pariwisata di Indonesia telah menjadi destinasi yang banyak dikunjungi bagi wisatawan dalam negeri maupun luar negeri. Danau Toba merupakan destinasi wisata prioritas, sehingga pariwisata ini sangat berpotensi untuk dikembangkan sebagai salah satu aset yang digunakan sebagai sumber yang menghasilkan bagi bangsa dan negara. Tata kelola pelabuhan di kawasan Danau Toba selama ini tidak sesuai ketentuan dan aturan standar Internasional, baik terkait pelayanan, fasilitas, pelayaran maupun kepelabuhanan untuk meningkatkan unsur keselamatan dalam pelayaran karena adanya kejadian tenggelamnya KM Sinar Bangun tahun 2018. Penelitian ini dilakukan untuk merencanakan desain pelabuhan wisata dan tata kelola pelabuhan di kawasan Danau Toba dengan tersedianya transportasi kapal ferry, kapal wisata, bis air, Seaplane Bases dan Wing Ground Effect. Untuk kelengkapan fasilitas di pelabuhan dan seaplane bases digunakan metode Benchmarking dengan mengacu pada pelabuhan ferry dan seaplane bases yaitu dermaga eksekutif Pelabuhan Merak, Singapore cruise center, Harbour Bay Batam, Jantzen Beach Seaplane Bases, Traves Seaplane Bases, Lake Hood Seaplane Bases. Perencanaan pelabuhan yang diteliti menggunakan Standar fasilitas yang sangat mendukung mengacu pada Petunjuk Teknis Rencana Induk pelabuhan, dan PERMENPAR nomor 3 Tahun 2018 dengan menambahkan beberapa fasilitas untuk seaplane bases dan WIG ( Wing in Ground Effect ) seperti landasan pesawat amfibi yang mengacu pada U.S Departement Of Transportation, Federal Aviation Administration dalam dokumen Advisory Circular (AC) No. 150/5395-1B. Perencanaan pelabuhan wisata ini mempunyai 3 tahapan dalam pembangunannya yaitu tahap I tahun 2020 tahap II tahun 2025 dan tahap III tahun 2040.} }