@thesis{thesis, author={Hayas Harviadam}, title ={ANALISIS PENGERINGAN BAHAN PENGEMASAN KAYU JENIS PINUS MENGGUNAKAN INFRARED HEATER KERAMIK PADA MESIN OVEN KAYU DENGAN SUHU 70-80ºC}, year={2021}, url={http://repository.unsada.ac.id/2307/}, abstract={Dalam industri perkayuan, kualitas menjadi faktor penentu, apalagi jika tujuannya untuk ekspor yang menuntut produk berkualitas tinggi. Jika persyaratan kualitas tidak sesuai harapan, maka produk pun dikembalikan disertai dengan sangsi. Bahan pengemas kayu biasanya digunakan dalam perdagangan internasional. Bahan pengemasan ini biasanya digunakan Ketika mengirim barang menggunakan peti container, sehingga untuk menghindari benturan dan mengurangi resiko kerusakan Ketika pengiriman dalam perjalanan, maka barang yang dikirim dibungkus menggunakan bahan pengemasan kayu. Namun produk kemasan kayu sangat rentan terhadap berbagai penyakit hama dan tanaman. Untuk mengurangi resiko ini, the international plant protection convention (IPPC) telah menerapkan Internasional Standar Photosanitary Measure No.15 (ISPM No.15) sejak 2002, mengatur Langkah-langkah phytosanitary bahan pengemasan kayu untuk secara signifikan mengurangi penyebaran hama maka proses perlakuan panas (HT) dengan suhu inti maksimum mencapai 56°C. selama proses pengeringan sampai kadar air mencapai di bawah 20% , mesin oven kayu ini diperoleh suhu 70°C, 75°C hingga 80°C. Yang penting diperhatikan adalah menjaga kualitas kayu hingga level Moisture Content (MC) memenuhi syarat . untuk itu selama proses pengeringan perlu pengasawan selama 3-4 jam. Hasil yang di dapat menggunakan pemanas infrared heater dengan suhu 70°C ,75°C , dan 80°C kurun waktu 3-4 jam dengan kadar air yang di dapat pada papan pinus dan balok ialah 13,5%, 14,8% - 12,5%, 13,6% - 11,5%, 10,9%. Hasil alat yang digunakan bekerja dengan baik. Pengurangan kadar air pada sampel pertama pada balok mendapatkan 14,8% dan untuk papan mendapatkan 13,5%. Pengurangan kadar air pada sampel kedua pada balok mendapatkan 13,6%. Dan untuk papan mendapatkan 12,5%. Pengurangan kadar air pada sampel ketiga pada balok mendapatkan 11,5% dan untuk papan mendapatkan 10,9%.} }