@thesis{thesis, author={Indriyani Kusumaningrum}, title ={PENGARUH CELEBRITY ENDORSER DAN WORD OF MOUTH TERHADAP MINAT UNTUK BERPINDAH MEREK (BRAND SWITCHING) DENGAN PERCEIVED VALUE SEBAGAI MEDIASI (Studi Kasus Pada Konsumen Produk Kosmetik Make Over Di Jakarta Timur)}, year={2021}, url={http://repository.unsada.ac.id/2767/}, abstract={Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh celebrity endorser dan word of mouth terhadap minat untuk berpindah merek (brand switching) dengan perceived value sebagai mediasi pada konsumen produk kosmetik make over di jakarta timur. Penelitian ini menggunakan data berupa data primer yang diperoleh dari penyebaran kuesioner. Jumlah kuesioner sebanyak 200 responden yang merupakan orang yang berdomisili di Jakarta Timur dan pernah menggunakan kosmetik merek tertentu lalu berpindah ke kosmetik merek Make Over . Teknik sampel yang digunakan adalah nonprobability sampling dan cara pengambilan sampelnya dengan menggunakan quota sampling. Kemudian dilakukan uji analisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dan diolah menggunakan LISREL versi 8.8. Hasil penelitin menunjukkan bahwa (1) Celebrity endorser memiliki pengaruh positif atau hubungan yang signifikan terhadap perceived value (4,83), (2) word of mouth memiliki pengaruh positif atau hubungan yang signifikan terhadap perceived value (4,97), (3) celebrity endorser memiliki pengaruh positif atau hubungan yang signifikan terhadap minat untuk berpindah merek (brand switching) (2,02), (4) word of mouth memiliki pengaruh positif atau hubungan yang signifikan terhadap minat untuk berpindah merek (brand switching) (1,98), (5) perceived value memiliki pengaruh positif atau hubungan yang signifikan terhadap minat untuk berpindah merek (brand switching) (2,25). Untuk pengujian pengaruh intervening menggunakan uji Sobel dan diperoleh nilai t lebih besar dari 1,96 (? = 5%) yaitu sebesar 2,047 dan 2,040. Hasil tersebut menunjukan bahwa celebrity endorser dan word of mouth berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat untuk berpindah merek (brand switching) dengan perceived value sebagai variabel mediasi.} }