@thesis{thesis, author={Narolita Destriwaty}, title ={SHIJUKU WADAH YANG MENYATUKAN SAMURAI DAN RAKYAT}, year={1999}, url={http://repository.unsada.ac.id/2893/}, abstract={Menjelang dekade akhir periode Tokugawa, persekolahan menjadi bagian penting kegiatan rutin sehari-hari bagi sebagian besar samurai dan secara meluas untuk rakyat. Selain itu, shijuku membuat samurai tingkat rendah dan rakyat biasa terutama yang berambisi meraih sukses dapat mengenyam pendidikan dasar bahkan yang lebih tinggi dan luas. Karena tidak hanya mereka, samurai tingkat atas pun banyak yang menolak kesempatan hanko mereka dan menjelajahi banyak shijuku untuk menambah wawasan mereka yang memang jarang ditawarkan oleh sekolah pemerintah. Hal ini memperlihatkan adanya usaha para pengajar shijuku untuk tidak membedakan semua kelas sosial bahkan menyatukan mereka dalam satu tempat untuk jangka waktu yang cukup lama sehingga pemikiran pelajar-pelajar shijuku lebih pada peningkatan prestasi daripada memikirkan tingkat sosial yang berbeda. Ujian, nilai dan penghapalan perseorangan menegaskan tingkatan daripada melihat kelas sosialnya. Moral tingkat sosial lebih terkikis jauh oleh perkembangan minat. Hal ini yang membuat pemikiran pelajar-pelajar shijuku lebih responsif, kritis dan inovatif untuk bepergian ke macamĀ­-macam sekolah dan memulai pergerakan.} }