@thesis{thesis, author={Lusia Reni Sekarsih}, title ={VIHARA THAY HIN BIO TELUK BETUNG, BANDAR LAMPUNG}, year={2014}, url={http://repository.unsada.ac.id/5922/}, abstract={Vihara adalah rumah ibadah agama Buddha, dapat juga dinamakan kuil. Kelenteng adalah rumah ibadah penganut taoisme, maupun konfusianisme. Narnun di lndonesia, karena orang yang ke Vihara/Kuil/Kelenteng umumnya adalah etnis Tionghoa, maka menjadi agak sulit untuk dibedakan, karena urnumnya sudah terjadi sinkritismc antara Buddhisme, Taoisme, dan Konfusianismc. Salah satu contohnya adalah Vihara Kalyana Milla yang terletak di dacrah Pekojan, Jakarta Baral. Di kalangan orang Tionghoa masih banyak yang menganut Tridarma atau San Jiao ( lg Hokkian : Sam Kauw ) yang berarti tiga ajaran yang merupakan gabungan dari tiga ajaran utarna yang menjadi inti dari agama orang Tionghoa, yaitu Konghuchuisme, Taosme, dan Buddhisme. Kedatangan para imigran Tionghoa ke Indonesia tcntunya tidak melunturkan keteguhan dan keyakinan yang mercka pegang atas San Jiau atau salah satu dari ajaran tersebut. Kenyataan ini menunjukkan bahwa dcngan mcrantaunya orang Tionghoa ke lndoncsia, mcreka tidak mclupakan kcpercayaan leluhur mereka. Bersamaan dengan ma.kin mapannya kehidupan mereka di tanah pcrantauan, maka mcrcka pcrlu untuk mcndirikan tempat ibadah sebagai wujud rasa syukur mereka kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Karena itu berdirilah tempat-tempat ibadah di wilayah pemukiman mcreka yang kernudian disebut vihara atau kelentcng, sebagai tempat dilaksanakannya kegiatan rohani dan kegiatan sosial. ( http://id.wikipedia.org/wiki/Wihara)} }