@thesis{thesis, author={Fitri Yulianita}, title ={MOTIF CINA PADA BATIK LASEM}, year={2004}, url={http://repository.unsada.ac.id/5967/}, abstract={Seperti yang kita ketahui selama ini batik ada!ah suatu seni tradisional ash Indonesia dalam menghias kain dan bahan lam dengan motif hiasan dan bahan pewarna khusus. Batik juga dapat diartikan kain man yang digambari ' dan diproses secara tradisional untuk dikenakan sebagai pakaian bawahan oleh banyak suku di Indonesia, terutama suku-suku di pulau Jawa Istilah yang umum dipakai adalah kain batik.' Tetapi pada kenyataannya seni hias batik telah lama dikenal oleh bangsa Cina. Seperti pada suku minoritas di daerah barat daya Cina telah menguasai teknik membatik sejak Dinasti Qin j #f] ( an 0mast chao 221- 206 SM) Han ;X f] (Han Chao 206 SM- 220 M), Selain itu, batik juga populer di Srilangka, India, dan Jepang," dan tentunya dengan motif dan tata warna yang mempunyai ciri khas berbeda di negara-negara itu. Batik juga mempunyai sebutan yang berbeda di setiap negara. Dr. Alfred Steinman (Profesor Ethnologi Universitas Zurich) pada bukunya yang berjudul Batik, A Survey· of Batik, tahun 1958, menuliskan bahwa di Jepang batik berkembang pada zaman dinasti Nara sampan abad pertengahan,kemudian menghilang, prosesnya wax-resist disebut ro-kechi, cara lain dibuat dengan pecahan wonogiren disebut ' katanori. Dr Cina, batik dibuat pada dinasti Tang JH ft (Tang Dai 618 - 907 M) dengan cara wax-resist dan disebut miao (tl ). Di Bangkok batik disebut phanung. ?Di' Rusia batik disebut bokhara. (Susanto, 1973 293)} }