@thesis{thesis, author={Febriyanti Febriyanti}, title ={PERKAWINAN MENURUT AGAMA KONHUCU}, year={2007}, url={http://repository.unsada.ac.id/5971/}, abstract={Perkawinan merupakan salah satu peristiwa penting dalam kehidupan manusia. Peristiwa ini menandai berakhirnya masa lajang seorang gadis dan seorang pernuda, dan menandai pula mulainya masa berkeluarga. Dalam tradisi dan budaya Tionghoa, perkawinan bukan hanya penting, tetapi juga dapat dikatakan sebagai suatu keharusan. Sudah menjadi tradisi dalam kebudayaan masyarakat Tionghoa bahwa seorang laki laki harus beristri ketika ia sudah menginjak dewasa, dan scorang gadis harus mcnikah bila ia telah mernasuki usia menikah, seorang laki laki menikah untuk menunjukkan tanggung jawabnya sebagai scorang anak kepada orang tuanya, yaitu meneruskan garis keturunan keluarga, sedangkan seorang gadis menikah untuk memberikan ahli waris kepada suaminya, yaitu dengan melahirkan anak laki-laki. Perkawinan Konghucu sangat menarik karena ada aturan aturan yang harus dijalankan oleh keluarga dan calon pengantin tersebut. Diadakannya upacara pertunangan, upacara penentuan hari pemikahan, dan lain-lain. Setelah melewati upacara tersebut barulah melaksanakan Liepguan atau pemberkatan pernikahan, dan keistimewaan lainnya adalah perkawinan menurut Agama Konghucu adalah bahwa orang tidak boleh bercerai} }