@thesis{thesis, author={Edward George Sumarauw}, title ={ANALISA PENGUNAAN INSTRUMENT LANDING SYSTEM KHUSUSNYA GLIDE SLOPE SEBAGAI SISTEM PENDARATAN PESAWAT}, year={2000}, url={http://repository.unsada.ac.id/6266/}, abstract={Dunia penerbangan khususnya di Indonesia semakin hari semakin bertambah maju sesuai dengan tuntutan masyarakat pengunanya, maju disini dalam arti perusahan penerbangan terus menerus menambah armada pesawat udaranya. Untuk transportasi udara, semakin padatnya lalu-lintas pergerakan pesawat membutuhkan sistem navigasi yang handal dan mampu melayani sesuai dengan padatnya lalu-lintas pergerakan pesawat terbang khususnya pada saat pesawat lepas landas dan saat pesawat mendarat. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut maka digunakan Instrument Landing System yang merupakan sistem navigasi yang memberikan tiga petunjuk kepada seorang pilot untuk mendaratkan pesawatnya, adapun petunjuk tersebut adalah: a. Localizer, digunakan untuk petunjuk horizontal. b. Glide slope, digunakan untuk petunjuk vertikal. c. Marker, digunakan untuk petunjuk jarak. Pada glide slope, antenna yang digunakan adalah antenna null reference system dan Sudut yang digunakan adalah 3", tinggi antenna 8,67 meter maka daerah cakupannya 1,35" sampai 5,25" pada jarak 10 NM. Sistem komunikasinya passive radionavigation dan propagasi mengunakan gelombang lansung dan gelombang pantul. Pemilihan sistem dan kategori ILS yang digunakan, disesuaikan dengan kondisi pelabuhan udara setempat. Kategori ILS ditentukan menurut kondisi, cuaca, persyaratan landasan dan atas pertimbangan itu pula, maka untuk fasilitas ILS pada pelabuhan udara Halim Perdana Kusuma dipakai ILS dengan kategori I.} }