@thesis{thesis, author={Subagyo Yufnita Prihatnasari}, title ={EVALUASI HUBUNGAN KARAKTERISTIK LALU-LINTAS DENGAN KEBUTUHAN TEBAL PERKERASAN JALAN MENGGUNAKAN METODE ANALISA KOMPONEN (Studi Kasus Simpang Toboli Kabupaten PARIMO)}, year={2021}, url={https://repository.unsimar.ac.id/1639/}, abstract={Tujuan dari penelitian ini, yang diharapkan adalah: 1) Menentukan tebal lapis perkerasan dengan karakteristik lalulintas yang melewati ketiga ruas jalan tersebut. 2) Menentukan pengaruh tebal perkerasan apabila digunakan parameter yang sama pada tiap ruas jalan. Metode analisa komponen merupakan metode yang bersumber dari metode AASTHO 1972 dan dimodifikasi sesuai dengan kondisi jalan di indonesia. Metode ini dikembangkan oleh Direktorat Jendral Bina Marga sebagai pegangan dalam menentukan yang berhubungan dengan perkerasan yang didalamnya juga menyangkut umur rencanan dari jalan. Berdasarkan hasil analisis dalam Tugas Akhir ini dapat diambil kesimpulan bahwa dengan nilai lalu-lintas harian rata-rata yang ada dilapangan, maka tebal perkerasan jalan baru yang harus dibuat, dapat diketahui pada tiap ruas jalan sebagai berikut: 1. Segmen jalan Toboli-Poso menghasilkan tebal lapis permukaan 7,5 cm, lapis pondasi atas 20 cm dan lapis pondasi bawah 35 cm, segmen jalan Toboli-Palu menghasilkan tebal lapis permukaan 7,5 cm, lapis pondasi atas 20 cm dan lapis pondasi bawah 39 cm, segmen jalan Toboli-Gorontalo menghasilkan tebal lapis permukaan 7,5 cm, lapis pondasi atas 20 cm dan lapis pondasi bawah 34 cm. 2. Pembebanan yang terjadi pada daerah yang dilewati oleh kendaraan berakibat pada tebal perkerasan yang harus mendukung beban tersebut. Penyebab terjadinnya perbedaan pembebanan tiap kendaraan pada setiap ruas jalan antara lain, adalah: a. Jenis komoditas atau barang yang diangkut. b. Asal komoditas atau barang yang diangkut. c. Tujuan komoditas atau barang yang diangkut. d. Jenis kendaraan yang mengangkut. e. Jumlah kendaraan penguna jalan. f. Berat total kendaraan yang digunakan.} }