A PHP Error was encountered
Severity: Warning
Message: fopen(/home/rama/public_html/application/cache/sessions/rama_sessione6jplpn19si57ka63oosjd2tvq2evrt5): failed to open stream: No space left on device
Filename: drivers/Session_files_driver.php
Line Number: 174
Backtrace:
File: /home/rama/public_html/application/core/MY_Controller.php
Line: 8
Function: __construct
File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 6
Function: __construct
File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once
@thesis{thesis,
author={Saraswati Saraswati},
title ={KEANEKARAGAMAN JENIS TUMBUHAN PAKU (PTERIDOPHYTA) DI HUTAN KOTA POSO SEBAGAI SUMBER BELAJAR SISWA SMA KELAS X DI KABUPATEN POSO},
year={2019},
url={http://repository.unsimar.ac.id/77/},
abstract={Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keanekaragaman jenis tumbuhan paku (Pteridophyta) di Hutan Kota Poso sebagai sumber belajar siswa SMA kelas X di Kabupaten Poso. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif yang bersifat eksploratif. Populasi dalam penelitian ini adalah keanekaragaman jenis tumbuhan paku di hutan Kota Poso dan sampel dalam penelitian ini adalah tumbuhan paku. Data dianalisis dengan menggunakan rumus indeks keanekaragaman Shannon-Wiener.
Temuan hasil penelitian terdiri atas 9 jenis yaitu Cyclosorus interruptus, Christella leveille, Lygodium flexuosum, Neprholepis hirsutula, Drynaria rigidula, Pyrrosia piloselloidesi, Hymenolepis spicata, Asplenium nidus L. dan Goniophlebium verrucosum. Hasil penelitian menunjukkan indeks keanekaragaman yang paling tinggi ditemukan di substransek 1 dengan nilai indeks keanekaragaman H = 0,5 kemudian diikuti substransek 3 yang memiliki indeks keanekaragaman H = 0,45 dan substransek 2 dengan nilai indeks keanekaragaman H = 0,44. Sehingga keseluruhan keanekaragaman dari ketiga substransek adalah sebesar H = 1,39. Dengan demikian dapat disimpulkan keanekaragaman jenis tumbuhan paku (Pteridophyta) di Hutan Kota Poso termasuk dalam kategori sedang dengan keanekaragaman spesies sedang dan stabilitas komunitas sedang.}
}