@thesis{thesis, author={ANNISA Ridha Nur}, title ={Pengaruh Penambahan Nanoselulosa Serat Kulit Durian (Durio zibethinus Murr.) Terhadap Kekuatan Kompresi Glass Ionomer Cement Konvensional}, year={2021}, url={http://repository.unsoed.ac.id/10993/}, abstract={Glass ionomer cement merupakan bahan restorasi yang sering digunakan karena sifatnya yang mampu melepaskan fluor sehingga dapat mencegah karies lebih lanjut. Bahan glass ionomer cement memerlukan bahan penguat untuk meningkatkan kekuatan kompresinya dengan menambahkan nanoselulosa serat kulit durian (Durio zibethinus Murr.). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan nanoselulosa serat kulit durian (Durio zibethinus Murr.) terhadap kekuatan kompresi glass ionomer cement konvensional. Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratoris dengan rancangan penelitian berupa posttest-only control group design. Sebanyak 36 sampel didistribusikan menjadi 4 kelompok, yaitu glass ionomer cement konvensional yang ditambahkan nanoselulosa serat kulit durian (Durio zibethinus Murr.) dengan konsentrasi 0,5%, 1%, 1,5%, dan tanpa penambahan nanoselulosa. Sebanyak 0,5 ml nanoselulosa dilakukan uji TEM guna melihat bentuk dan ukuran partikel. Sampel dilakukan uji SEM dengan pengambilan sampel secara simple random sampling. Sampel kemudian dilakukan uji kekuatan kompresi menggunakan Universal Testing Machine (UTM). Analisis data menggunakan One-Way ANOVA diikuti dengan uji LSD. Hasil analisis statistik menunjukkan kekuatan kompresi paling tinggi terdapat pada kelompok glass ionomer cement yang ditambahkan nanoselulosa serat kulit durian 1,5% dengan rata-rata sebesar 124.4588 ? 18.11896 MPa dan yang paling kecil terdapat pada kelompok kontrol sebesar 55.3138 ? 8.99431 MPa. Bentuk partikel nanoselulosa adalah whiskers dengan rerata panjang 236 nm dan lebar 23 nm. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh penambahan nanoselulosa serat kulit durian (Durio zibethinus Murr.) terhadap kekuatan kompresi glass ionomer cement konvensional.} }