@thesis{thesis, author={RAHMAWATI Siti}, title ={Pengaruh Media Tanam dan Zat Pengatur Tumbuh Auksin Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah (allium ascalonicum l.) Sistem Hidroponik Irigasi Tetes}, year={2021}, url={http://repository.unsoed.ac.id/11487/}, abstract={Bawang merah (Allium ascalonicum L) biasanya dikonsumsi dalam bentuk segar sehingga sangat dibutuhkan produk bawang merah yang sehat dan tidak mengandung residu bahan kimia yang dapat berbahaya bagi kesehatan. Salah satu inovasi teknologi budidaya untuk meningkatkan produksi tanaman secara maksimum dan meminimalisir adanya residu pada tanaman khususnya bawang merah pada luasan lahan yang terbatas adalah hidroponik. Pertumbuhan dan perkembangan tanaman dipengaruhi oleh faktor internal (genetik) dan ekternal (lingkungan). Penelitian ini penting dilakukan untuk mengetahui hasil budidaya bawang merah secara hidoponik, mengetahui media tanam terbaik untuk budidaya sebagai tempat tumbuh tegak tanaman serta penyedia unsur hara tanaman dan menemukan konsentrasi auksin terbaik yang mempengaruhi proses fisiologi tanaman untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan bawang merah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai September 2020 bertempat di screenhouse kampus Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Banyumas. Percobaan faktorial yang terdiri dari dua faktor disusun dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor pertama yaitu perbedaan media tanam yang terdiri dari empat variasi: pasir (M0), pasir+arang sekam (M1), pasir+cocopeat (M2), dan pasir+serbuk gergaji (M3). Faktor yang kedua yaitu konsentrasi auksin Indole Butyric Acid (IBA) yang terdiri dari empat taraf: 0 ppm (A0), 100 ppm (A1), 200 ppm (A2), dan 300 ppm (A3). Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, bobot basah tanaman, bobot kering tanaman, bobot kering daun, bobot basah akar, bobot kering akar, panjang akar, bobot umbi kering, dan diameter umbi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media tanam memberikan perbedaan nyata terhadap bobot kering daun, sedangkan variabel lain tidak berbeda nyata. Berdasarkan analisis statistik media yang lebih baik digunakan untuk bawang merah yaitu pasir+cocopeat. Pemberian auksin memberikan pengaruh tidak berbeda nyata terhadap semua variable pengamatan. Tidak ditemukan adanya interaksi antara media tanam dan konsentrasi auksin pada semua variabel pengamatan.} }