@thesis{thesis, author={TABIIN AHMAD}, title ={PENDIDIKAN AKHLAK PERSPEKTIF IMAM AN-NAWAWI (STUDI ANALISIS KITAB MARAQI AL UBUDIYAH)}, year={2023}, url={https://repository.unugiri.ac.id/id/eprint/2817/}, abstract={Ketika ditemukan perilaku negatif pada diri anak didik baik di tingkat dasar, maupun remaja sampai orang dewasa, maka harus ada peredam dengan tujuan meminimalisir perilaku tersebut. Seperti contoh kenakalan yang terjadi pada anak- anak remaja, baik tutur kata maupun perilaku yang menyimpang dari norma-norma agama. Hal ini diperlukan penelitian tersendiri untuk mengatasi persoalan-persoalan tersebut. Penilitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep pendidikan akhlak menurut Syekh Nawawi al-Bantani yang kemudian diselaraskan dengan pendidikan karakter di Indonesia saat ini. Adapun jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini bersifat kualitatif dan metode yang digunakan termasuk metode penelitian kepustakaan (Library Research), yang menghasilkan data yang berupa kata-kata tertulis dari sumber data yang dianalis. Penelitian ini juga menggunakan tekhnik analisis isi (content analysis) dalam pengolahan datanya. Sumber data primer yang digunakan adalah kitab Maroqi Al-Ubudiyah karya Syekh Nawawi al-Bantani. Sedangkan sumber data sekundernya adalah buku atau referensi lainnya yang berkaitan dengan pendidikan akhlak perspektif imam Al Ghazali . Dalam hal ini data tersebut merupakan data penunjang dari data primer. Setelah dilakukan analisis, penelitian ini menghasilkan sebagai berikut: pendidikan akhlak menurut Syekh Nawawi meliputi: akhlak kepada Allah Swt, akhlak menjalankan segala perintah Allah Swt dan menjauhi segala larangan-Nya, dan akhlak kepada sesama manusia yang terdiri dari; akhlak relasi seorang alim/pendidik dan murid, dan akhlak anak terhadap orang tua. Mengenai relevansinya dengan konteks pendidikan karakter pada masa kini, konsep yang ditawarkan oleh Syekh Nawawi al-Bantani relevan dengan tujuan utama pendidikan nasional yaitu mengembangkan manusia, masyarakat, dan lingkungannya. Dan juga selaras dengan apa yang disampaikan oleh tokoh nasional Ki Hajar Dewantara yang berintikan menuju keadaan yang lebih baik dengan tetap menjaga keselarasan, keseimbangan, dan keserasian hidup manusia baik sebagai pribadi, maupun dalam hubungan antara seorang manusia dengan Tuhannya, hubungan manusia dengan masyarakat, hubungan manusia dengan alam, hubungan manusia dengan bangsa-bangsa lain dalam mengejar kemajuan lahiriah dan kebahagiaan rohaniah. Serta mendidik siswa sesuai dengan zamannya.} }