@thesis{thesis, author={Nurvyana Febria}, title ={IMPLEMENTASI TARI KREASI GUNDUL-GUNDUL PACUL DALAM MENANAMKAN RASA CINTA BUDAYA BANGSA PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI RA RADEN FATAH MOJOREJO NGRAHO BOJONEGORO}, year={2023}, url={https://repository.unugiri.ac.id/id/eprint/3478/}, abstract={Cinta budaya merupakan bagian dari cinta tanah air di Indonesia, kurangnya stimulasi dalam menanamkan rasa cinta budaya bangsa menjadikan rendahnya dalam memiliki bangsa sendiri, maka diperlukan penanaman cinta budaya sejak dini salah satunya dengan mengenalkan tari kreasi gundul-gundul pacul. Tari kreasi gundul-gundul pacul adalah tarian yang diiringi dengan lagu daerah gundul-gundul pacul yang berasal dari daerah Jawa Tengah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui implementasi tari kreasi gundul-gundul pacul serta mengetahui faktor pendukung dan faktor penghambatnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data-data yang diperoleh berupa kata-kata tertulis, lisan dan perilaku yang dapat diamati melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi reduksi data (merangkum hal-hal yang penting), model data (uraian singkat, tabel) dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, didapatkan hasil sebagai berikut: implementasi tari kreasi gundul-gundul pacul dalam menanamkan rasa cinta budaya bangsa pada anak usia 5-6 tahun di RA Raden Fatah Mojorejo Ngraho Bojonegoro dilaksanakan setiap hari sabtu pukul 09.30-11.00 WIB. Kegiatan pertama pembukaan, guru memberi ice breaking tepuk negaraku dan tepuk anak sholeh kemudian berdo?a, presensi dan anak-anak baris di halaman sekolah. Kedua inti, guru menjelaskan budaya dan menyanyikan iringan lagu tari bersama anak-anak dan mempraktikkan tarinya dengan iringan musik gundul-gundul pacul kemudian anak mengikutinya. Kegiatan tari dilaksanakan berulang-ulang agar mendapatkan hasil maksimal. Ketiga penutup, guru memberi recalling dengan tanya-jawab bersama anak tentang kegiatan hari ini. Faktor pendukung kegiatan ini yaitu anak senang diajak belajar di luar ruangan, anak-anak tertarik dan bersemangat mengikuti kegiatan, semangat dari guru melaksanakan kegiatan serta sarana prasarana dan media pembelajaran yang memadai. Faktor penghambat kurangnya jumlah guru, karakter anak berbeda-beda dan waktu pelaksanaan.} }