@thesis{thesis, author={Nafita Ria Sandra}, title ={IMPLEMENTASI PENDEKATAN KONSTRUKTIVISTIK DENGAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DALAM MENUMBUHKAN SOFT SKILL SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI SISWA SMK NEGERI 5 BOJONEGORO}, year={2023}, url={https://repository.unugiri.ac.id/id/eprint/3516/}, abstract={Sejalan dengan teknologi yang semakin canggih dan peradaban yang semakin berkembang ternyata juga mempengaruhi kualitas pendidikan, guru memiliki tanggung jawab yang besar guna mengoptimalkan keterampilan peserta didiknya untuk mempesiapkan diri memenuhi tuntutan dan kebutuhan zaman. Kegiatan pembelajaran di kelas menjadi sangat penting menjadi kunci utama para siswa untuk mampu meraih tujuan dalam pembelajaran. Kegiatan pembelajaran dikelas harus dilakukan semaksimal mungkin. Maka dari itu agar dapat mengimplementasikan pembelajaran dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan, maka sekolah atau madrasah perlu menerapkan langkah-langkah yang strategis baik dengan kurikulum maupun sistem pembelajarannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi reduksi data, yaitu proses memilih data sesuia dengan topik penelitian. penyajian data, yaitu proses dalam membuat laporan hasil dari penelitian. dan kemudian menarik kesimpulan agar dapat menjawab rumusan masalah yang sudah di rumuskan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, pembelajaran pendidikan agama islam dan budi pekerti di SMK Negeri 5 Bojonegoro telah menerapkan pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum merdeka dengan menggunakan pendekatan konstruktivistik dengan model pembelajaran problem based learning, hal ini dapat dilihat dari proses perencanaan, pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran, yang dilaksanakan sesuai dengan tahapan pada pendekatan konstruktivistik dengan model pembelajaran problem based learning. Faktor pendukung pelaksanaan pembelajaran di SMK Negeri 5 Bojonegoro yaitu adanya sarana prasarana yang memadai dari sekolah. Sarana prasarana yang memadai dapat menunjang pelaksanaan pembelajaran. Selain itu profesionalitas guru juga sangat membantu dalam mensukseskan kegiatan belajar mengajar di sekolah. Faktor penghambatnya yaitu terdapat beberapa siswa yang pasif kurang bisa menerima pelajaran dan kurangnya minat siswa dalam pembelajaran. Dan kurangnya kesiapan siswa dalam belajar.} }