@thesis{thesis, author={Chotimah Chusnul}, title ={INTEGRASI KECERDASAN SPIRITUAL DAN KECERDASAN EMOSIONAL DALAM MEMBENTUK SIKAP BERSOSIAL MEDIA SISWA MAN 4 BOJONEGORO}, year={2023}, url={https://repository.unugiri.ac.id/id/eprint/3537/}, abstract={Bersosial media adalah aktifitas diri menggunakan satu atau beberapa media sosial sebagai kumpulan aplikasi atau perangkat lunak yang memungkinkan individu maupun komunitas untuk berkumpul, berbagi, berkomunikasi, dan dalam kasus tertentu saling berkolaborasi atau bermain. Di kehidupan pada jaman ini, banyak orang termasuk siswa atau pelajar menggunakan sosial media. Kegiatan bersosial media pun banyak dan bermacam-macam, salah satunya berkomunikasi antar sesama pengguna sosial media. Dalam penggunaannya diperlukan sikap yang baik dan bijak khususnya ketika berkomunikasi dan berinteraksi dengan sesama pengguna media sosial. Pembentukan sikap yang baik dan bijak dalam bersosial media dapat dibentuk melalui sebuah sistem belajar mengajar disekolah yang terkandung dalam penyampaian materi bab akidah dan akhlak dengan integrasi kecerdasan spiritual dan kecerdasan emosional. Kecerdasan spiritual (SQ) adalah kecerdasan untuk menghadapi dan memecahkan suatu permasalahan makna dan nilai, yaitu kecerdasan yang menempatkan sikap maupun prilaku seseorang dalam konteks makna yang luas, sehingga menjadikan kecerdasan sebagai tindakan atau jalan hidup yang harus ditempuh seseorang dengan lebih bermakna dibandingkan dengan yang lainnya. Sedangkan kecerdasan emosional (EQ) adalah, adalah kemampuan untuk mengendalikan emosi dan rasional secara bersamaan dengan kondisi yang tepat. SQ adalah landasan yang diperlukan untuk memfungsikan EQ dengan baik dan efektif. Hasil penelitian dari skripsi ini menjelaskan bahwa Model integrasi kecerdasan spiritual dan emosional dalam membentuk sikap bersosial media Siswa MAN 4 Bojonegoro dikemas dalam penyampaian materi pendidikan Agama Islam bab akidah dan akhlak dengan sistem pembelajaran berbasis e- learning dengan memanfaatkan teknologi website belajar dan media sosial seperti Whatsapp, Telegram, Intagram dan Facebook yang dipantau dan diawasi oleh guru. Kemudian, penerapan integrasi kecerdasan spiritual dan kecerdasan emosional dengan menggunakan metode pembelajaran aktif e-learning, dimana menggunakan dan memanfaatkan teknologi internet dan media sosial sebagai alat dan sarana penyambung diskusi dan komunikasi antara guru dan murid serta pembelajaran dan menambahan wawasan tentang akhlak dan akidah menunjang keberhasilan ini.} }