@thesis{thesis, author={PRISTIWANTO DANI TEGUH}, title ={ANALISIS PENGARUH KUAT ARUS PENGELASAN DAN JENIS NOZZLE TERHADAP CACAT PENGELASAN DAN KETANGGUHAN PENGELASAN TIG ALUMINIUM 6061}, year={2023}, url={https://repository.unugiri.ac.id/id/eprint/3660/}, abstract={Aluminium 6061 salah satu paduan aluminium yang paling banyak digunakan dalam berbagai industri, salah satunya industri kontruksi. Paduan ini digunakan untuk kontruksi struktur bangunan seperti tiang, pipa dan rangka bangunan karena sifatnya yang tahan korosi dan ringan. Pengelasan aluminium tidak mudah dilakukan karena membutuhkan teknik dan parameter yang tepat agar tidak terjadi cacat pengelasan. Parameter dalam pengelasan sangatlah berpengaruh pada kualitas hasil sambungan terutama dalam hal cacat pengelasan dan ketangguhan. Untuk dapat memperoleh hasil pengelasan dengan nilai ketangguhan yang bagus dan meminimalisir terjadinya cacat pengelasan yang timbul maka perlu ditentuan parameter kuat arus pengelasan dan jenis nozzle yang akan digunakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi kuat arus dan jenis nozzle terhadap cacat pengelasan dan ketangguhan hasil pengelasan TIG pada material Al 6061. Penelitian ini merupakan penelitian experiment dengan skala labolatorium. Spesimen uji berupa pelat aluminium 6061 dengan variasi pada parameter kuat arus pengelasan 70 ampere, 75 ampere, 80 ampere dan nozzle 4, 5, 6. Hasil uji cacat pengelasan dengan menggunakan dye penetrant test pada bagian weld metal dan root menunjukan cacat pengelasan yang muncul adalah jenis gas pore yang muncul pada spesimen hasil pengelasan dengan menggunakan parameter pengelasan TIG dengan kuat arus 70 ampere nozzle 4,5,6. Gas pore disebabkan karena kuat arus pengelasan yang digunakan dan adanya kontaminasi material saat proses pengelasan. Data hasil uji ketangguhan (impact charpy) menunjukan hasil dimana nilai ketangguhan terbesar dihasilkan pada spesimen dengan variasi parameter pengelasan kuat arus 80 ampere dan nozzle 6 yaitu dengan harga impact rata ? rata sebesar 1,062 Joule/mm2 dan tenaga yang diserap sebesar 68,846 Joule.} }