@thesis{thesis, author={KHOLIDA SHOFYA}, title ={تحليل الزحاف و العلة في كتاب العمريطي للشيخ شرف الدين يحي العمريطي ‏(دراسة عروضية دلالية)‏}, year={2023}, url={https://repository.unugiri.ac.id/id/eprint/3711/}, abstract={Syair dan nadham memiliki perbedaan. Nadham adalah suatu kalimat yang ?berwazan, berirama, dan memiliki arti yang tidak berhubungan dengan imajinasi. ?Sedangkan syair adalah karya sastra arab yang berhubungan dengan? ?imajinasi dan ?kata-kata yang memiliki makna emosi dan sugesti. Sedangkan dalam semantik ?terdapat jenis-jenis makna diantaranya makna siyaq (makna kontekstual) Makna ?kontekstual adalah makna sebuah kata yang berada dalam satu konteks juga ?berkenaan dengan situasinya, yakni tempat, waktu, dan lingkungan penggunaan ?bahasa tersebut.? Dalam penelitian ini, peneliti mengkhususkan pada zihaf dan ilat, serta ?makna konteks dari lafad-lafad yang tedapat zihaf dan ilat pada nadham imrithi ?karya Syekh Syarafuddin Yahya al-Imrithi, karena itu zihaf , ilat dan makna siyaq ?adalah salah satu bagian dari pembahasan ilmu arudh dan ilmu dalalah sangat ?penting dalam pembelajaran sastra bahasa arab.? Tujuan dari penelitian ini adalah pertama untuk mengetahui zihaf dan ilat ?pada nadham imrithi, kedua untuk mengetahui makna zihaf dan ilat pada nadham ?imrithi.Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Yang digunakan ?dalam menganalisis zihaf, ilat dan makna konteks pada nadham imrithi.? Hasil penelitian ini menyimpulkan pertama : dalam nadhom imrithi bab al-?mu?rabat dan bab nakiroh dan ma?rifat ditemukan 90 zihaf dan ilat diantaranya ?zihaf khobn 65, zihaf thoy 14, zihaf khabl, 1 dan ilat qotho? 6. Kedua : makna ?konteks bahasa adalah makna tertentu yang mempunyai batasan yang jelas yang ?tidak barmakna ganda.?} }