@thesis{thesis, author={ITKIYAH LAILATUL}, title ={ANALISIS KEMAMPUAN BERBAHASA ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI PEMBELAJARAN SAINTIFIK MENGGUNAKAN MEDIA KARTU BERGAMBAR DI RA ROUDLOTUL JANNAH BUMIREJO KEPOHBARU}, year={2022}, url={https://repository.unugiri.ac.id/id/eprint/3845/}, abstract={Kemampuan berbahasa pada anak adalah kemampuan untuk mengekspresikan apa yang dialami dan dipikirkan oleh anak. Pendekatan saintifik merupakan pembelajaran yang yang memberikan kesempatan anak untuk bereksplorasi secara luas. Media kartu bergambar adalah kartu kecil yang berisi gambar,teks atau siimboluntuk mengarahkan anak kepada sesuatu yang berhubungan dengan gambar. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah menjawab fokus penelitian yang muncul yaitu: 1). Untuk mengetahui kemampuan berbahasa anak usia 5-6 tahun dengan kemampuan tinggi melalui pembelajaran saintifik menggunakan media kartu bergambar di RA Roudlotul Jannah Bumirejo Kepohbaru. 2). Untuk mengetahui kemampuan berbahasa anak usia 5-6 tahun dengan kemampuan sedang melalui pembelajaran saintifik menggunakan media kartu bergambar di RA Roudlotul Jannah Bumirejo Kepohbaru. 3). Untuk mengetahui kemampuan berbahasa anak usia 5-6 tahun dengan kemampuan rendah melalui pembelajaran saintifik menggunakan media kartu bergambar di RA Roudlotul Jannah Bumirejo Kepohbaru. Metode dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. ?Penelitian kualitatif dapat dikatakan sebagai metode yang penelitiannya mencari fakta, gejala dan realita secara mendalam?. Metode ini dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di dapatkan hasil sebagai berikut: 1). Kemampuan berbahasa anak dengan berkemampuan tinggi memiliki tingkat kemampuan berbahasa yang berbeda. Anak mampu memenuhi semua indikator berbahasa yaitu anak dapat memahami bahasa, mengungkapkan bahasa dan keaksaraan dengan baik. 2). Kemampuan berbahasa anak dengan berkemampuan sedang memiliki tingkat kemampuan berbahasa yang berbeda. Anak mampu memenuhi indikator berbahasa yaitu anak dapat memahami bahasa dan mengungkapkan bahasa dengan baik namun anak tidak memenuhi indikator keaksaraan. 3). Kemampuan berbahasa anak dengan berkemampuan rendah memiliki tingkat kemampuan berbahasa yang berbeda. Anak hanya memenuhi indikator berbahasa yaitu anak dapat memahami bahasa dengan baik. Namun anak tidak memenuhi indikator mengungkapkan bahasa dan melaksanakan keaksaraan dengan baik.} }