@thesis{thesis, author={SHOLIHAH NUR ALFI NI'MATUS}, title ={IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION UNTUK MEMENUHI KETERCAPAIAN TUJUAN BELAJAR AKIDAH AKHLAK KELAS XI MA DARUSSALAM KEDUNGREJO SUMBERREJO}, year={2024}, url={https://repository.unugiri.ac.id:8443/id/eprint/5591/}, abstract={Pendidikan adalah upaya terencana untuk mengembangkan potensi peserta didik agar mandiri dan bertanggung jawab. Pendidikan yang efektif dan berkelanjutan dapat meningkatkan kesejahteraan dan kecerdasan bangsa. Tujuan pendidikan melliputi perubahan tingkah laku, sikap, dan pemahaman siswa melalui pembelajaran yang ideal. Untuk mencapai tujuan ini, diperlukan sistem pendidikan yang kuat dan reformasi, dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan pembelajaran yang menarik dan melibatkan siswa secara aktif, serta mampu mengembangkan model pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan keterlibatan dan hasil belajar peserta didik. Adapun tujuan penelitian adalah mendeskripsikan bagaimana implementasi dan hasil implementasi model pembelajaran kooperatif tipe group investigation dalam meningkatkan prestasi belajar siswa dan mengetahui faktor pendukung dan penghambat saat mengimplementasikan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation pada mata pelajaran aklidah akhlak kelas XI MA Darussalam Kedungrejo Sumberrejo. Penilitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melaui metode obsevasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang dikumpulkan peneliti diambil dari siswa kelas XI, guru mata pelajaran akidah akhlak, wali kelas XI , dan kepala sekolah MA Darussaam Kedungrejo Sumberrejo. Untuk menganaisis data mengunakan teori Miles Huberman yaitu reduksi data, dispalay data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe group investigation meningkatkan partisipasi aktif siswa, pemahaman materi, motivasi, kepercayaan diri, serta keterampilan sosial dan akademik. Prestasi akademik siswa juga mengalami peningkatan. Faktor pendukung meliputi kondisi fisik siswa yang sehat, sarana dan prasarana yang memadahi, serta dukungan dari guru dan kepala sekolah. Hambatan utama adalah keterbatasan waktu yang harus disesuaikan dengan kurikulum. Secara keseluruhan, model ini efektif dalam menciptakan lingkungan belajar yang interaktif dan kolaboratif.} }