A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: controllers/Document.php

Line Number: 69

Backtrace:

File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 69
Function: _error_handler

File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: controllers/Document.php

Line Number: 69

Backtrace:

File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 69
Function: _error_handler

File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: controllers/Document.php

Line Number: 69

Backtrace:

File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 69
Function: _error_handler

File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once

@thesis{thesis, author={Agus and Ferry Yudi and Pelangi Eka }, title ={PENGARUH CAIRAN PENDINGIN DENGAN KECEPATAN SPINDEL DAN KEDALAMAN PEMAKANAN TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN PADA BAJA ST 42}, year={2021}, url={https://repository.unugiri.ac.id/id/eprint/560/}, abstract={kekasaran merupakan hal yang mutlak untuk komponen atau alat dalam hal pemesinan khususnya up milling. Proses up milling merupakan metode yang banyak digunakan untuk proses pemesinan. kekasaran suatu benda kerja yang dikerjakan oleh mesin frais dipengaruhi oleh parameter?parameter yang ada. Semua itu dilakukan sesuai dengan kebutuhan benda kerja. Dengan memvariasikan jenis pahat, jenis pendinginan dan kecepatan pemakanan mana yang mempunyai pengaruh terhadap kekasaran dan kekerasan. Nantinya dapat digunakan sebagai acuan untuk melakukan proses pemesinan, khususnya up milling. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis pendingin terhadap tingkat kekasaran dan kekerasan permukaan baja ST 42 pada proses milling. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen, menggunakan baja karbon rendah ST 42, dengan ukuran diameter 50.8 mm dan panjang 55 mm yang berjumlah 3 spesimen. Proses pemesinan ini menggunakan mesin milling. Variabel penelitian menggunakan variasi jenis surface roughness tester dan rockwell, dengan jenis pendinginan menggunakan collant, air, dromus. Hasil pengujian menggunakan surface roughness mendapatkan hasil nilai kekasaran yang paling tinggi yaitu pada cairan pendingin dromus dengan nilai rata-rata 5.25 atau N9.} }