@thesis{thesis, author={Cahyani Ardia Regita}, title ={STUDI FITOKIMIA EKSTRAK METANOL BIJI KETUMBAR (Coriandrum sativum L.) YANG DIFRAKSINASI DENGAN PELARUT ETIL ASETAT DAN N-HEKSANA}, year={2024}, url={https://repository.unugiri.ac.id:8443/id/eprint/6145/}, abstract={Indonesia memiliki iklim tropis memiliki sumber daya alam yang melimpah salah satunya adalah biji ketumbar. Biji ketumbar merupakan salah satu tumbuhan herbal yang ada di Indonesia, WHO (World Health Organization) juga merekomendisikan untuk menjaga Kesehatan dan mengobati penyakit (Ramadan, 2022). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, fenol, tanin dan saponin dari ekstrak metanol biji ketumbar yang difraksinasi dengan pelarut etil asetat dan n- heksana. Metode yang digunakan menggunakan metode ekstraksi maserasi dengan pelarut metanol, kemudian dilakukan uji skrining fitokimia ekstrak biji ketumbar. Hasil uji skrining dari fraksi yang telah dilakukan menunjukkan bahwa fraksi dari ekstrak metanol biji ketumbar (Coriandrum sativum L.) positif mengandung senyawa metabolit sekunder alkaloid, flavonoid, fenol, tanin dan saponin. Selanjutnya dilakukan uji spektrofotometri UV-Vis untuk penetapan nilai kadar total alkaloid, flavonoid, dan fenol. Berdasarkan hasil uji kualitatif dari fraksi ekstrak metanol biji ketumbar (Coriandrum sativum L.) dapat disimpulkan bahwa : Fraksi aquadest ekstrak metanol biji ketumbar (Coriandrum sativum L.) positif mengandung alkaloid, flavonoid, fenol, dan tanin. Fraksi etil asetat ekstrak metanol biji ketumbar (Coriandrum sativum L.) positip mengandung alkaloid, flavonoid, fenol, tanin dan saponin. Fraksi n- heksana ekstrak metanol biji ketumbar (Coriandrum sativum L.) positip mengandung alkaloid, flavonoid, fenol, tanin dan saponin} }