@thesis{thesis, author={MUSYAROFAH SITI}, title ={EFEKTIVITAS TEKNIK METAFORA DENGAN KONSELING INDIVIDU UNTUK MENGURANGI PERILAKU QUARTER LIFE CRISIS PADA MAHASISWA SEMESTER VI}, year={2024}, url={https://repository.unugiri.ac.id:8443/id/eprint/6396/}, abstract={Quarter Life Crisis adalah gejolak emosi yang dialami individu di usia 20-an, ditandai dengan kecemasan, kebingungan, frustasi, bahkan putus asa terkait tujuan hidup, akademik, karir, finansial dan hubungan sosial. Faktor penyebabnya meliputi penggunaan media sosial yang berlebih, bermain game secara berlebih, sikap sering mengeluh tanpa tindakan konkret, dan menutup diri dari interaksi sosial. Quarter Life Crisis mempunyai 7 aspek yaitu: bimbang mengambil keputusan, putus asa, penilaian diri negatif, terjebak dalam situasi sulit, cemas, tertekan, khawatir dengan hubungan interpersonal. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efektivitas teknik metafora dengan konseling individu untuk mengurangi perilaku Quarter Life Crisis pada mahasiswa semester enam di Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri khususnya pada program studi bimbingan konseling. Penelitian ini menggunakan Pre-Eksperimental Design dengan bentuk desain one-group pretest-posttest design. Dengan melibatkan 3 mahasiswa yang memiliki perilaku Quarter Life Crisis tinggi pada mahasiswa semester VI di Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri selama 7 Pertemuan. Pengumpulan data menggunakan instrumen perilaku Quarter Life Crisis, Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling untuk memilih sampel data dari 59 mahasiswa semester VI. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji normalitas dan Uji paired sampel T-Test. Berdasarkan hasil uji paired sampel T-Test diketahui nilai sig.(2 tailed) sebesar 0,001 < 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti terdapat perbedaan signifikan. Hasil Pre-test dan Post-test diketahui terjadi perubahan yang signifikan, dengan penurunan nilai SA dari 232 menjadi 116 (98% menjadi 49%), nilai CM dari 230 menjadi 109 (97% menjadi 46%) dan nilai IK dari 229 menjadi 102 (97% menjadi 43%) sehingga keseluruhan data berselisih 51%. Dengan demikian teknik metafora dengan konseling individu efektif untuk mengurangi perilaku Quarter Life Crisis pada mahasiswa semester VI di Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri.} }