@thesis{thesis, author={MAULIDIYYAH FADHILATUL}, title ={TINJAUAN HUKUM EKONOMI SYARIAH TERHADAP JUAL BELI TELUR AYAM YANG INDUKNYA BERCAMPUR DENGAN MILIK TETANGGA (Studi Kasus Di Desa Ngraseh Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro)}, year={2024}, url={https://repository.unugiri.ac.id:8443/id/eprint/6902/}, abstract={Jual beli merupakan suatu perjanjian di mana dua orang saling menukar sesuatu yang memiliki nilai secara sukarela. Dalam praktik jual beli telur ayam haruslah jelas dalam akadnya dan juga tidak ada unsur gharar apapun. Dalam transaksinya haruslah sesuai kebenaran dan tidak terdapat unsur yang tidak jelas. Karena telur ayam adalah barang dengan wujud yang jelas, Jual beli telur ayam di Desa Ngraseh, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro sangat berbeda dari cara lain. Orang-orang di daerah tersebut terkadang menjual telur ayam yang tidak jelas kepemilikannya. Penelitian ini memiliki rumusan masalah Bagaimana praktik jual beli telur ayam yang induknya bercampur dengan milik tetangga di Desa Ngraseh Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro? dan Bagaimana Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah terhadap jual beli telur ayam yang induknya bercampur dengan milik tetangga di Desa Ngraseh Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro? Serta bertujuan Untuk mengetahui praktik jual beli telur ayam yang induknya bercampur dengan milik tetangga di Desa Ngraseh Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro dan Untuk mengetahui Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah terhadap jual beli telur ayam yang induknya bercampur dengan milik tetangga di Desa Ngraseh Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro. Penelitian yang dilakukan oleh peneliti merupakan penelitian lapangan field research (penelitian lapangan) dengan tempat penelitian di Desa Ngraseh Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro. Sumber data primer yang diambil oleh penulis dari hasil penelitian baik observasi maupun wawancara dengan pembeli, pemilik telur ayam dan masyarakat sekitar, sumber data sekunder diperoleh dari buku-buku, kitab fiqih, jurnal dan internet. Metode pengumpulan data penelitian ini diperoleh dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan metode yang digunakan untuk menganalisis data adalah metode deskriptif analisis dengan menggunakan teori Tafriqus Shufqah dan Ba?i Fudhuli. Berdasarkan hasil penelitian dapat disumpulkan: 1) Praktik jual beli telur ayam yang induknya bercampur dengan milik tetangga yakni penjual yang langsung menghubungi pembeli untuk menjual hasil peternakan tetangganya dan dianggap tidak perlu meminta izin khusus dari pemilik untuk menjual telur ayam yang ayamnya bercampur dengan ayam miliknya. 2) Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah dalam jual beli telur ayam yang induknya bercampur dengan milik tetangga dihukumi sah jika telur tersebut terbukti milik sendiri dan dihukumi tidak sah jika terbukti milik tetangga.} }