@thesis{thesis, author={ALIFFYA FARA NUR}, title ={EFEKTIVITAS KONSELING KELOMPOK DENGAN TEKNIK COGNITIVE RESTRUCTURING UNTUK MENINGKATKAN RESILIENSI REMAJA PASCA PUTUS CINTA DI SMAN 1 BALEN}, year={2024}, url={https://repository.unugiri.ac.id:8443/id/eprint/7055/}, abstract={Aliffya, Fara Nur. (2024). Efektivitas Konseling Kelompok dengan Teknik Cognitive Restructuring Untuk Meningkatkan Resiliensi Remaja Pasca Putus Cinta di SMAN 1 Balen. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Nahdhlatul Ulama Sunan Giri. Pembimbing 1 Bapak Riski Putra Ayu Distrira, M.Pd dan Pembimbing 2 Bapak Moh. Yusuf Effendi, S.Pd.I.,M.A. Kata Kunci: Cognitive Restructuring, Resiliensi Putus Cinta, Konseling Kelompok Resiliensi merujuk pada kemampuan individu untuk pulih dari kesulitan, sehingga dapat menjadi faktor penentu dalam sejauh mana seseorang mampu mengatasi permasalahannya untuk pulih dari rasa sakit. Remaja yang memiliki tingkat resiliensi tinggi lebih mampu untuk mengatasi tantangan kehidupan, termasuk mengatasi putus cinta. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan bentuk One Group Pretest-Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah 200 siswa dan 133 siswa sebagai sampel. Teknis analisis data peneliti menggunakan bantuan SPSS Versi 16. Temuan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 41,3% siswa masuk kategori tinggi, 44% siswa masuk kategori sedang dan 3,34% siswa masuk kategori rendah. Efektivitas layanan konseling kelompok hasil Pretest sebanyak 126,25, sedangkan setelah diberikan perlakuan (Posttest) meningkat menjadi 206,75. Pada hasil uji hipotesis nilai Asymp.sig (2t -tailed) sebesar 0,012 < 0,05 sehingga hipotesis diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis dalam penelitian ini diterima ?terdapat perbedaan yang signifikan pada resiliensi siswa pasca putus cinta sebelum dan sesudah diberikannya layanan konseling kelompok dengan teknik cognitive restructuring. Berdasarkan temuan di atas, dapat disimpulkan bahwa efektivitas layanan konseling kelompok dengan teknik cognitive restructuring dapat meningkatkan resiliensi remaja pasca putus cinta di SMAN 1 Balen.} }