@thesis{thesis, author={SYARIFAH MUMINATUS}, title ={HUBUNGAN MOTIVASI DAN KUALITAS DOKUMENTASI ASUHAN KEPERAWATAN ADI RUANG RAWAT INAP RS ISLAM SURABAYA}, year={2011}, url={http://repository.unusa.ac.id/2733/}, abstract={Dokumentasi asuhan keperawatan merupakan sarana dalam menentukan keberhasilan pelayanan kesehatan yang bermutu, sebagai bukti tanggung jawab dan tanggung gugat, namun pelaksanaannya masih banyak hambatan. Hasil observasi di ruang rawat inap RS Islam Surabaya tahun 2011 menunjukkan (38%), kualitas dokumentasi asuhan keperawatan dalam kategori kurang, sedang (34%) dan baik (28%). Tujuan penelitan adalah mengetahui hubungan antara motivasi dan kualitas dokumentasi asuhan keperawatan di ruang rawat inap RS Islam Surabaya. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah perawat pelaksana di ruang rawat inap RS Islam Surabaya sebanyak 44 orang. Sampel sebanyak 39 responden diambil dengan metode proportional stratified random sampling Data dikumpulkan dengan instrumen A untuk menilai kualitas dokumentasi asuhan keperawatan dan kuesioner untuk menilai motivasi. Data dianalisis dengan uji statistik Rank Spearman dengan tingkat kemaknaan ? = 0,05, menggunakan SPSS 16.0 for windows. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar (61,5%) responden mempunyai motivasi rendah dan hampir separuh (48,7%) mempunyai kualitas dokumentasi sedang. Hasil uji Rank Spearman didapatkan ? = 0,215 > ? = 0,05, Ho diterima artinya tidak ada hubungan antara motivasi dan kualitas dokumentasi asuhan keperawatan di ruang rawat inap RS Islam Surabaya. Kualitas dokumentasi asuhan keperawatan tidak dipengaruhi oleh motivasi. Perawat dengan motivasi tinggi maupun rendah mempunyai kualitas dokumentasi yang hampir sama yaitu sedang. Disarankan bagi perawat untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam hal dokumentasi asuhan keperawatan misalnya mengikuti pelatihan dan seminar. Menejemen rumah sakit perlu melakukan peninjauan kembali terhadap format yang digunakan, mengadakan pelatihan dan evaluasi serta perbaikan sistem penghargaan.} }