@thesis{thesis, author={TRIANSYAH JUAN}, title ={HUBUNGAN STATUS IMUNISASI DENGAN KEJADIAN ISPA PADA BALITA USIA 13 SAMPAI 18 BULAN DI PUSKESMAS DRIYOREJO GRESIK}, year={2021}, url={http://repository.unusa.ac.id/7511/}, abstract={Menurut World Health Organization (WHO), penyakit ISPA adalah penyakit yang paling sering menyebabkan kematian pada anak balita, sehingga ISPA masih merupakan penyakit yang mengakibatkan kematian cukup tinggi, kematian tersebut sebagian besar disebabkan oleh pneumonia. Tujuan penelitian adalah Mengetahui hubungan antara status imunisasi dengan kejadian ISPA pada balita usia 13 ? 18 bulan di Puskesmas Driorejo di Gresik. Desain penelitian adalah survey analitik Populasi sebesar 85 responden dan besar sampel sebesar 34 responden dengan teknik simple random sampling simple random sampling untuk mengetahui status imunisasi dan kejadian ISPA yang terjadi pada Balita. Instrumen penelitian ini menggunakan kuisioner dan kms Analisa data menggunakan analisa data menggunakan uji Chisquare. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hasil penelitian Mayoritas balita yang mendapatkan imunisasi lengkap cenderung tidak mengalami kejadian ISPA dari total 20 balita yang mendapatkan imunisasi lengkap 15 diantaranya tidak mengalami kejadian ISPA sedangkan 5 balita mengalami ISPA. Sedangkan untuk balita yang tidak mendapatkan imunisasi lengkap cenderung mengalami kejadian ISPA, dari total 14 orang balita yang mendapatkan imunisasi tidak lengkap terdapat 10 orang balita yang mengalami kejadian ISPA sedangkan 4 orang sisanya tidak mengalami kejadian ISPA.Berdasarkan hasil uji chi square test menunjukkan bahwa penelitian dari 34 responden diperoleh nilai signifikansi (p) sebesar 0.007 (p < 0,05) yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan status imunisasi dengan kejadian ISPA pada anak balita. Kelengkapan status imunisasi merupakan faktor independen dan memiliki hubungan sejajar dengan kejadian ISPA pada balita terdapat hubungan lemah dan sejajar antara usia dengan kejadian ISPA pada balita tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin, pemberian asi eksklusif dan status gizi dengan kejadian ISPA.} }