@thesis{thesis, author={ADITIYAS ARDAVA PRAKOSA}, title ={FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EFEKTIFITAS ANTIBIOTIK PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN ULKUS DIABETIKUM}, year={2020}, url={http://repository.unusa.ac.id/7830/}, abstract={Latar Belakang: Salah satu komplikasi dari Diabetes Melitus adalah ulkus diabetikum. Ulkus diabetikum merupakan salah satu komplikasi kronik Diabetes Melitus yang ditakuti karena dapat mengakibatkan terjadinya cacat bahkan kematian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi efektifitas antibiotik pada pasien diabetes melitus tipe 2 dengan ulkus diabetikum. Metode: Pencarian literatur pada situs Science Direct dan PubMed. Sebanyak 4.151 artikel telah ditinjau. Sebelas artikel diidentifikasi relevan dengan kriteria penelitian untuk tinjauan sistematis ini. Hasil: Rentang usia diatas 40 tahun memiliki risiko ulkus diabetikum dan risiko terjadinya resistensi antibiotik. Rata-rata usia 41-60 tahun memiliki angka kejadian MDR yang lebih tinggi dibanding kelompok usia lain. 50% populasi berjenis kelamin laki-laki. Derajat ulkus Wagner terbanyak antara grade 2 (ulkus dalam) dan grade 4 (gangren kaki depan). Derajat texas terbanyak menunjukkan skor 2 (luka menembus ke tendon atau kapsul tulang dengan infeksi, iskemia ataupun keduanya). Rata-rata pasien diabetes yang mengalami komplikasi menjadi ulkus diabetikum menderita diabetes melitus lebih dari 10 tahun. Lokasi ulkus terbanyak pada telapak kaki dan jempol kaki. Rata-rata penderita ulkus diabetikum memiliki satu ulkus. Kesimpulan: Penderita Diabetes mellitus dengan aspek riwayat Diabetes lebih dari 10 tahun, berusia diatas 40 tahun, berjenis kelamin laki-laki dengan aspek derajat Wagner antara 2 dan 4 atau derajat texas 2, berjumlah satu hingga dua, terbanyak pada telapak kaki dan jempol kaki memiliki riwayat berisiko mengalami ulkus diabetikum dan resistensi antibiotik.} }