@thesis{thesis, author={PELU SULTAN FAJAR}, title ={SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW : EFEK EKSTRAK TERONG BELANDA (Solanum betaceum) TERHADAP GLUKOSA DARAH PADA DIABETES MELITUS}, year={2020}, url={http://repository.unusa.ac.id/7895/}, abstract={Latar Belakang: Diabetes Melitus adalah penyakit kelainan metabolik yang dikarakteristikkan dengan hiperglikemia kronis serta kelainan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein diakibatkan oleh kelainan sekresi insulin (pada diabetes tipe 1/DMT1) dan kerja insulin/ resistensi insulin (pada diabetes tipe 2/DMT2) maupun keduanya, yang ditandai dengan meningkatnya glukosa darah sebagai akibat dari gangguan metabolisme. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis efek ekstrak terong belanda (solanum betaceum) dalam mempengaruhi glukosa darah pada diabetes melitus berdasarkan Studi Literatur. Metode: Pencarian literatur pada situs Sciendirect dan Google Schoolar didapatkan 279 jurnal kemudian dilakukan screening sesuai dengan kriteria penelitian didapatkan 4 jurnal studi eksperimental. Hasil: Hasil penelitian ini adalah terjadi penurunan kadar glukosa darah pada model diabetes melitus berdasarkan 4 jurnal dengan masing-masing pengaruh pada kelompok pengobatan ektrak terong belanda. Kesimpulan: Berdasarkan analisis jurnal yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa terong belanda (Solanum betaceum) dan kandungan yang ada didalamnya seperti Antosianin (golongan flavonoid), saponin dan tanin secara signifikan dapat menekan peningkatan kadar glukosa darah pada diabetes melitus melalui hambatan enzim a-glukosidase, perbaikan sel beta dan menstimulasi sel beta untuk mensekresi insulin.} }