@thesis{thesis, author={RATTU Benediktus Robby}, title ={Pengembangan Nilai Artistik Lagu Rayuan Pulau Kelapa Karya Ismail Marzuki Melalui Aransemen Musik Instrumental}, year={2017}, url={http://repository.unwira.ac.id/10369/}, abstract={Kesenian merupakan proses penciptaan segala sesuatu yang bernilai seni yang lahir dari kreativitas manusia sebagai bagian dari kebudayaan dan berkembang seiring perkembangan budaya manusia tersebut. Salah satu cabang kesenian yang bernilai tinggi dalam masyarakat adalah seni musik. Dalam perkembangannya, penyajian seni musik hadir dalam berbagai bentuk dan media. Salah satunya adalah adaptasi musik vokal ke dalam bentuk instrumental melalui proses orkestrasi. Salah satu karya yang menarik untuk diadaptasikan ke dalam musik instrumental adalah lagu Rayuan Pulau Kelapa karya Ismail Marzuki yang diciptakan pada tahun 1944. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan lagu tersebut sebagai lagu model yang dikembangkan dalam suatu proses aransemen musik instrumental. Dengan mengambil karya-karya terdahulu sebagai referensi, peneliti menggarap lagu tersebut ke dalam bentuk musik instrumental sebagai upaya untuk menggali dan mengembangkan potensi artistiknya. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan lagu Rayuan Pulau Kelapa sebagai bahan dasar yang dikembangkan dalam suatu urutan kerja (arransemen) dengan didukung oleh teori-teori seperti teori musik dasar, ilmu harmoni dan menulis partitur yang peneliti gali dari sumber pustaka dan media internet. Selanjutnya, semua proses penelitian dideskripsikan secara detail mulai dari analisis, arransemen, sampai dengan penyimpanan hasil arransemen pada media komputer dalam format audio. Penelitian ini dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama adalah analisis lagu, baik dari segi ritme dan melodi maupun dari segi bahasanya dan tahap kedua adalah proses aransemen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lagu Rayuan Pulau Kelapa karya Ismail Marzuki memiliki potensi-potensi artistik untuk dikembangkan seperti unsur harmoni, melodi dan bentuk lagu. Progresi akornya dapat dikembangkan dengan cara menyisipkan akor-akor bantu (secondary chords). Dalam hal pemenggalan kalimat lagu, dapat dibuat pengulangan dengan bermodulasi ke tangga nada lain. Dalam hal melodi, motif nada pelog pada pagian lagu yang ke-dua (kalimat B) dapat diperkuat dengan menempatkan motif tersebut pada bagian filler. Peneliti juga menemukan bahwa pemahaman tentang latar belakang komponis dan makna syair lagu sangat diperlukan agar adaptasi musik vokal ke instrumental tidak sampai menghilangkan makna asli lagu tersebut walaupun disajikan dalam bentuk lain.} }