@thesis{thesis, author={SUTAL Anita Aprianti}, title ={Evaluasi Pemanfaatan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Di SMA Negeri Bikomi Utara Kecamatan Bikomi Utara Kabupaten Timor Tengah Utara}, year={2024}, url={http://repository.unwira.ac.id/18134/}, abstract={Skripsi ini berjudul : EVALUASI PEMANFAATAN KARTU INDONESIA PINTAR DI SMA NEGERI BIKOMI UTARA, KECAMATAN BIKOMI UTARA, KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA. Program Kartu Indonesia Pintar merupakan Program pemerintah terkaitan bantuan pendidikan yang diberikan kepada siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu guna membantu terlaksananya pemerataan pendidikan. Hal utama yang di teliti adalah bagaimana pemanfaatan Kartu Indonesia Pintar di SMA Negeri Bikomi Utara?, penulis menngunakan model evaluasi yang dikembangkan oleh Stufflebeam pada tahun 1967 yang dikutip oleh Wirawan (2012:92-94) . Penulis menggunakan evaluasi CIPP yang dimodifikasi, hal-hal yang dievaluasi yakni : Kriteria Penerimaan KIP, Seleksi Penerimaan KIP, Besaran Dana KIP, Interval Pemberian KIP, Pemanfaatan Uang KIP. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif, sumber data yang diperoleh adalah data primer dan data sekunder, pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pelaksanaan KIP di SMA Negeri Bikomi Utara dari ke lima indikator ini sudah memberikan hasil yang memuaskan, dimana manfaat atau tujuan dari dikeluarkannya Program KIP ini sudah menunjukan hasil yang memuaskan, program KIP sudah sangat memberi pengaruh positif terhadap orang tua maupun siswa penerima, hal ini dibuktikan dengan semangat orang tua mendorong anak untuk rajin belajar dan peserta didik yang termasuk peserta penerima KIP pun selalu aktif dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar yang dilakukan di sekolah, kemudian pemilihan peserta KIP juga sudah tepat sasaran yakni anak usia sekolah yang berasal dari keluarga kurang mampu. meski demikian masih terdapat beberapa masalah dalam pemanfaatan program KIP ini, seperti waktu pencairan yang tidak konsisten, dan juga masih ada sebagian peserta/orang tua yang menggunakan dana tersebut untuk kebutuhan domestik keluarga.} }