@thesis{thesis, author={Sinaga Rebekka}, title ={An Analysis of Flouting Maxim in Talk Show "The Ellen Degeneres Show": Pragmatics Approach}, year={2020}, url={http://repository.upbatam.ac.id/352/}, abstract={Penelitian ini menjelaskan studi tentang pragmatik dengan spesifik tentang pelanggaran maksim yang ditemukan dalam acara yang disiarkan secara langsung oleh Ellen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis ujaran pelanggaran maksim dan alasan mengapa ujaran para tamu melanggar jenis maksim dalam acara Ellen show. Maksim adalah pernyataan singkat dan ringkas yang mengungkapkan kebenaran umum atau aturan perilaku. Oleh karena itu penelitian ini menganalisis tentang ujaran dari sipembicara dan pernyataan yang apa yang diberikan oleh antara sipembicara dan sipendengar. Pelanggaran maksim dalam ujaran yang dapat ditemukan berupa ucapan yang berisikan pelanggaranpelanggaran dalam komunikasi oleh Ellen dan tamunya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Grice dan Thomas. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data adalah observasi. Langkah-langkah yang dilakukan dengan menonton video melalui akun YouTube ?Ellen Show? lalu mengamati percakapan yang berisikan pelanggaran maksim dan alasan mereka melanggar maxim tersebut selama percakapan mereka berlangsung. Hasil dari analisis menunjukan bahwa ada empat jenis maksim yang ditemukan di dalam acara yang dipandu Ellen. Dua puluh satu data untuk jumlah pelanggaran maksim kuantiti, tiga data untuk maksim kualitas dan dua data untuk maksim relevan, dan empat data untuk maksim cara. Alasan pelanggaran maksim juga beragam seperti memberikan terlalu banyak tambahan informasi, tidak relevan dengan apa yang di tanya dan juga maksim paling dominan muncul adalah maksim kuantitas karena tamu selalu ingin memberikan informasi tambahan mengenai pertanyaan yang diberikan oleh pembawa acara. Kesimpulan yang dapat diambil adalah secara tidak sadar semua orang pernah melanggar tipe-tipe dari maksim ini tetapi bagaimana agar pendengar ataupun pembicara tidak melukai hati satu sama lain dan tetap memiliki arti.} }