A PHP Error was encountered
Severity: Warning
Message: fopen(/home/rama/public_html/application/cache/sessions/rama_session2okca7aiohj3q1m1ovhkee16uqv6n94r): failed to open stream: No space left on device
Filename: drivers/Session_files_driver.php
Line Number: 174
Backtrace:
File: /home/rama/public_html/application/core/MY_Controller.php
Line: 8
Function: __construct
File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 6
Function: __construct
File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once
@thesis{thesis,
author={Sinaga Demsi},
title ={Analisis Penerapan Sak Etap pada Penyusunan Laporan Keuangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Kota Batam},
year={2019},
url={http://repository.upbatam.ac.id/5003/},
abstract={Melihat pentingnya penerapan akuntansi bagi UMKM maka IAI selaku organisasi
profesi sekaligus sebagai badan penyusun Standar Akuntansi Keuangan (SAK)
melalui Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) menyusun standar
akuntansi yang sesuai dengan karakteristik UMKM. Pada tahun 2009, DSAK
telah mengesahkan SAK ETAP (Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik) dan standar
ini berlaku efektif per 1 Januari 2011. Tujuan Penelitian ini adalah (1) Untuk
mengetahui proses pembukuan yang dilakukan pada sejumlah UMKM di
Kelurahan Tanjung Riau, (2) Untuk mengetahui kesesuaian antara pembukuan
pada UMKM di Kelurahan Tanjung Riau dengan SAK ETAP, (3) Untuk
mengetahui kendala-kendala dalam melakukan pembukuan yang sesuai SAK?ETAP pada UMKM di Kelurahan Tanjung Riau.
Sesuai dengan tujuan penelitian ini, maka penelitian ini menggunakan metode
penelitian deskriptif kualitatif. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan
analisis secara deskriptif, dimana diuraikan secara jelas hasil penelitian
berdasarkan data yang diperoleh secara langsung dan dikomparasikan dengan
standar yang telah ditetapkan.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, (1) Pembukuan yang
dilakukan pada UMKM masih sebatas laporan bisnis yang merupakan laporan
yang disusun tidak sesuai dengan standar akuntansi keuangan, tapi entitas
menganggapnya sebagai laporan keuangan. (2) Entitas belum melakukan prosedur
pembukuan dalam akuntansi. (3) UMKM belum menerapkan SAK-ETAP. (4)
Entitas belum mampu menyajikan laporan keuangan yang sesuai SAK-ETAP}
}